TUBAN, Tugujatim.id – Pengendara diminta untuk ekstra waspada dengan kondisi jalan yang berlubang di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban.
Upaya penanganan kerusakan memang telah dilakukan, namun ditemukan di sejumlah titik yang masih menyisakan lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Salah satu lokasi yang cukup mencolok berada di jalur yang melintasi Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding. Tampak lubang besar dengan kedalaman diperkirakan mencapai 10 – 15 sentimeter.
Lubang tersebut kerap dipenuhi genangan air, terutama setelah hujan turun, sehingga keberadaannya sulit terdeteksi dari kejauhan.
Kondisi tersebut menjadi ancaman serius, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Genangan air yang menutup lubang membuat pengendara tidak bisa memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.
Jika lengah, roda kendaraan berisiko terperosok, terlebih saat melintas pada malam hari atau ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Khoirur Rozikin, salah satu pengguna jalan yang hampir setiap hari melintasi JLS Tuban, mengaku harus meningkatkan kewaspadaan saat melewati jalur tersebut. Menurutnya, sebagian badan jalan yang rusak memaksanya untuk selalu fokus dan mengurangi kecepatan.
“Kalau lewat sini harus benar-benar konsentrasi. Apalagi kalau habis hujan, lubangnya tertutup air. Kalau tidak hafal kondisi jalan, bisa berbahaya,” tuturnya.
Rozikin menyebut, meski sudah ada beberapa bagian jalan yang diperbaiki, masih terdapat titik-titik lain yang memerlukan perhatian. Kondisi ini membuat perjalanan di jalur lingkar belum sepenuhnya aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
“Tetap selalu waspada dan hati-hati,” tandasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tuban sebenarnya telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk perbaikan Jalan Lingkar Selatan. Pada tahun 2025, Pemkab Tuban menambah dana khusus untuk penanganan JLS Tuban dengan total anggaran mencapai Rp20 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari dua pos pembiayaan. Sebesar Rp7 miliar dan sebesar Rp13 miliar telah dialokasikan melalui APBD murni 2025.
Selain itu, Pemkab Tuban juga menambahkan dana melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2025 sebesar Rp13 miliar. Dana tambahan dari P-APBD itu dibagi ke dalam dua paket pekerjaan, masing-masing senilai Rp6 miliar dan Rp7 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di sepanjang JLS Tuban.
Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan masih perlunya penanganan lanjutan agar seluruh ruas jalan lingkar benar-benar layak dilalui. Keberadaan lubang jalan yang tersisa tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR dan PRKP Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi belum merespon terkait permasalahan tersebut. Termasuk kemungkinan tambal sulam ataupun segera menganggarkan kembali pada tahun ini untuk menuntaskan perbaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








