JEMBER, Tugujatim.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember mengimbau para pelaku usaha berskala besar untuk menggunakan gas LPG non subsidi.
Mengingat, di hari besar umat muslim tersebut, kebutuhan akan LPG 3 kilogram biasanya melonjak. Sehingga penggunaan gas LPG yang disesuaikan dengan kebutuhan dapat mengantisipasi ketersediaan selama Ramadhan.
Baca Juga: Jember Ajukan Tambahan Kuota LPG 50 Persen, Antisipasi Kebutuhan Ramadhan Melonjak
Dalam waktu dekat, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Kabupaten Jember Sartini akan mengunjungi berbagai pelaku usaha, termasuk perusahaan kue kacang di Kabupaten Jember.
Sartini mengatakan, pihaknya akan mengedukasi pelaku usaha yang produksinya sudah mencapai skala besar agar beralih menggunakan LPG non subsidi.
“Kami akan melakukan kunjungan ke teman-teman pelaku usaha kue kacang agar mereka yang seharusnya tidak pakai LPG 3 kilo harus kami sarankan untuk tidak pakai LPG 3 kilo,” ujar Sartini saat dikonfirmasi pada Jumat (23/01/2026).
Industri Kue Kacang Dinilai Serap Banyak Tenaga Kerja
Menurut dia, realita di lapangan menunjukkan ada pelaku usaha kue kacang yang mampu memproduksi hingga berton-ton per hari. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, mereka seharusnya sudah tidak tergolong sebagai masyarakat miskin yang berhak menggunakan LPG bersubsidi.
“Ada satu pelaku usaha kue kacang itu sehari produksi produknya bisa sampai berton-ton. Ini kan tidak, dia bukan lagi miskin yang memakai LPG 3 kilo. Harus dia memakai gas LPG non subsidi,” jelasnya.
Sartini mengakui adanya dilema dalam kebijakan ini, mengingat industri kue kacang merupakan usaha padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Satu sisi mereka padat karya, sisi lain sebenarnya kalau ukuran produknya dan juga bahan yang diproses itu lebih dari ketentuan, sebenarnya dia bukan lagi pelaku usaha mikro,” ungkap Sartini.
Lonjakan permintaan kue kacang biasanya terjadi menjelang Ramadhan, sehingga kebutuhan LPG untuk produksi juga meningkat drastis, khususnya di wilayah Kecamatan Mayang dan Pakusari yang menjadi sentra produksi kue kacang.
Baca Juga: Update Pasokan Gas LPG dan BBM di Kabupaten Jember Jelang Nataru 2025/2026
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan ini, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember telah berkoordinasi dengan Pertamina Jember guna mempersiapkan ketersediaan LPG menjelang bulan puasa dan Lebaran.
“Kami sudah koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk antisipasi persiapan puasa dan Lebaran nanti khususnya di wilayah Mayang dan Pakusari yang memproses produksi kue kacang,” kata Sartini.
Pihak Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember juga telah mengajukan surat permohonan penambahan kuota LPG kepada Pertamina. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, penambahan kuota yang diminta mencapai 50 persen dari kuota normal.
“Kalau kemarin kami berkaca diri tahun lalu itu 50 persen dari kuota yang ada sekarang. Kami sudah bersurat untuk minta penambahan kuota,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








