MALANG, Tugujatim.id – Insiden tanah longsor terjadi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jatim, selama 3 hari berturut-turut. Akibatnya, kompleks Pemandian Dewi Sri yang legendaris di Desa Ngroto terendam lumpur hingga sampah bambu.
Untuk diketahui, hujan deras yang ekstrem membuat kawasan Pujon dilanda tanah longsor hingga banjir. Kejadiannya terjadi sejak Selasa (20/01/2026) hingga Kamis (22/01/2026). Totalnya, ada 12 laporan.
Baca Juga: Beraksi Pakai Pikap, Pencuri Sayur di Pujon Malang Dimassa Warga
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan membenarkannya. Dia mengatakan, kawasan Pemandian Dewi Sri ikut terdampak bencana pada Rabu (21/01/2026).
Dia mengatakan, hujan intensitas tinggi di Kecamatan Pujon membuat debit air naik pada saluran drainase di Dusun Lebaksari, Desa Ngroto. Saluran drainase melintasi kompleks Pemandian Dewi Sri sebelum bermuara di Sungai Konto.
Dua Kolam Renang Terdampak Longsor

”Ada dua kolam renang di kompleks Pemandian Dewi Sri yang tergenang banjir lumpur, sampah, kayu dan rumpun bambu,” ungkap Sadono.
Dia melanjutkan, saluran drainase di kompleks Pemandian Dewi Sri rusak sepanjang 5 meter dan berdiameter 50 sentimeter. Tidak hanya itu, ada warung milik warga juga yang terdampak.
”Untuk korban jiwa maupun luka-luka, nihil,” ujarnya.
Baca Juga: Remaja di Pujon Korban Laka Ditemukan Tewas usai Terpental di Sungai
Pasca kejadian, dia langsung koordinasi bersama pihak terkait dan membersihkan material banjir secara swadaya oleh pihak pengelola Pemandian Dewi Sri hingga Jumat (23/01/2026).
”Saat ini, masih dalam tahap proses pembersihan,” ungkapnya.
Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi juga berdampak tanah longsor di 3 titik lainnya. Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Malang langsung menangani bencana susulan dan distribusi bantuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








