MALANG, Tugujatim.id – Diskopindag memastikan revitalisasi Pasar Besar, Kota Malang, Jatim, batal dilakukan pada 2026 karena masih sebagian pedagang menolak. DPRD Kota Malang kini meminta pemkot lebih konkret dalam mengelola aspirasi para pedagang.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratanggani Sirraduhita mengatakan, syarat krusial para pedagang setuju revitalisasi Pasar Besar sehingga bisa dianggarkan lewat APBN. Faktanya, dia mengatakan, sebagian pedagang masih menolak.
Baca Juga: Revitalisasi Gagal, Paguyuban Hippama Senang Cuma Minta Perbaikan Pasar Besar Malang
“Jadi kemarin itu ada beberapa pendapat dari pedagang Pasar Besar yang mungkin masih belum sepakat dengan kebijakan untuk merevitalisasi,” ucapnya pada Jumat (23/01/2026).
Dampak penolakan, dia meminta Pemkot Malang lebih konkret mengelola aspirasi para pedagang. Dia mengatakan, Pemkot Malang juga harus membangun komunikasi yang lebih baik. Dia merekomendasikan agar proses dialog dilakukan menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami harap tidak ada aspirasi yang terlewat. Jangan sampai juga ada pihak-pihak yang membuat situasi semakin tidak kondusif. Pemkot Malang harus objektif melihat kebutuhan di lapangan,” tuturnya.
Dia juga akan mendalami seluruh aspirasi para pedagang Pasar Besar. Jadi, dia mengatakan, perbedaan sikap antara pedagang dan Pemkot Malang menjadi perhatian utama agar kebijakan tidak memberatkan pihak mana pun.
Dia menegaskan, DPRD Kota Malang ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan para pedagang dan masyarakat luas. Dia menjelaskan, pendalaman dilakukan agar keputusan sifatnya komprehensif dan tidak meninggalkan kepentingan pihak tertentu.
Menurut dia, apa pun solusi yang dipilih termasuk revitalisasi Pasar Besar harus bertujuan sebesar-besarnya untuk keberlangsungan pasar dan kemaslahatan masyarakat luas.
Baca Juga: Pedagang Menolak, Rencana Revitalisasi Pasar Besar Malang 2026 Batal
“Kami masih proses pendalaman. Saya butuh data yang lengkap dan komprehensif agar tidak ada sisi yang tertinggal dalam membuat konsep yang baik untuk pasar ini,” ucapnya.
Berdasarkan peninjauan langsung di lapangan, Amithya menilai kondisi pasar kini cukup memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius. Dia melihat minimnya aktivitas ekonomi, kondisi bangunan yang gelap, hingga fasilitas fasilitas yang tidak terawat.
“Secara pribadi saya melihat tidak ada gairah perputaran ekonomi. Lantainya sudah tidak terawat, instalasi kelistrikan juga menjadi isu yang membahayakan. Ini menunjukkan kurangnya perawatan dalam waktu lama,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








