JEMBER, Tugujatim.id – Krisis ekologi kian mengkhawatirkan, termasuk di lereng Gunung Raung Jember. Degradasi lingkungan, minimnya kawasan hijau, serta polusi udara yang memburuk memaksa berbagai pihak mengambil tindakan nyata.
Di tengah situasi ini, sebuah gerakan hijau berskala besar bergulir di Desa Sumberjati, Kecamatan Silo. Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Jember memimpin aksi penanaman massal dengan menyebar 2.000 bibit di zona perhutanan lereng Gunung Raung Jember.
Aksi ini melibatkan sinergi multipihak, mulai dari Perhutani, komunitas apoteker, serta warga desa sekitar hutan, sebagai strategi pemulihan lahan sekaligus penjagaan harmoni alam.
Pimpinan Balai POM Jember Benny Hendrawan Prabowo mengatakan, program ini bagian dari kampanye nasional menanam satu juta pohon menyambut ulang tahun Badan POM yang ke-25. Khusus Jember, ambisi penanaman mencapai puluhan ribu batang secara massal.
“Kami menanam serentak hari ini (kemarin). Target kami 12.000 pohon tersebar di Jember,” ungkap Benny, Selasa (27/01/2026).
Strategi Penghijauan Distribusikan 4.000 Pohon
Rencana penanaman terbentang selama tiga tahun dengan distribusi sekitar 4.000 pohon per tahun. Bibit yang dipilih mencakup tanaman produktif seperti buah-buahan dan kayu bernilai tinggi.
Strategi ini dirancang agar penghijauan tidak sekadar seremonial, melainkan berkelanjutan dengan manfaat ekonomis bagi komunitas lokal.
“Kami ingin kelestarian alam Jember terjaga sambil memberikan hasil yang bisa dimanfaatkan warga. Ini tentang nilai ekonomi yang kembali ke rakyat,” jelasnya.
Baca Juga: 3 Jalur Pendakian Gunung Raung: Daftar Pos dan Karakter Medan Tiap Rute
Eko Teguh Prastyo, Administratur Perhutani Jember, mengapresiasi kemitraan lintas lembaga ini. Menurut dia, kerja sama semacam ini vital mengingat luasnya hutan di Jember yang mustahil dikelola satu institusi saja. Kolaborasi menjadi fondasi supaya fungsi konservasi dan rehabilitasi bertahan jangka panjang.
“Program seperti ini sangat membantu kami. Menjaga hutan bukan monopoli satu pihak,” ujarnya.
Adapun bibit yang ditanam adalah durian yang tersebar di Petak 26, 27, dan 42 Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Sumberjati.
Selain menguatkan lapisan vegetasi dan zona serapan air, buah durian nantinya bisa dipanen dan dinikmati masyarakat setempat. Inisiatif ini diproyeksikan mampu mengawinkan pelestarian alam dengan penguatan ekonomi rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








