• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono bersama TB, petani ganja asal Lumajang, saat pers rilis di Mapolres Malang, Jumat (03/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono bersama TB, petani ganja asal Lumajang, saat pers rilis di Mapolres Malang, Jumat (03/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Petani Ganja yang Ditangkap Polres Malang Sebut Pakai Pupuk Kandang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Kriminal, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Jajaran Satresnarkoba Polres Malang berhasil membekuk TB, 30, petani ganja asal Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, yang nekat bertransaksi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dalam pers rilis hari ini (03/09/2021), TB membagikan fakta unik di mana pohon ganja yang ditanam dengan pupuk kandang lebih nikmat daripada yang ditanam menggunakan pupuk kimia.

“Untuk penanaman, saya pakai pupuk kandang. Kalau pakai pupuk kandang dan pupuk kimia itu beda (rasanya). Lebih enak yang pakai pupuk kandang. Karena tidak ada bahan kimianya,” terangnya di hadapan para wartawan.

You might also like

KBS.

Eks Dirut KBS Ditahan Diduga Korupsi Pakan Satwa, Ini Respons Manajemen

22/07/2026 3:58 PM
Paman di Blitar.

Modus Obati Luka Khitan, Paman di Blitar Diduga Cabuli Keponakan Berkali-kali selama 3 Tahun

22/07/2026 2:58 PM

TB mengatakan, efek yang ditimbulkannya dari pohon ganja berpupuk organik sangat bermanfaat untuk tubuhnya.

“Kalau pupuk kimia efeknya ke kepala aja, sedangkan kalau pupuk kandang hingga di badan efeknya. Kalau enak di badan ya bisa buat kerja,” bebernya.

Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono memperlihatkan barang bukti ganja saat pers rilis di Mapolres Malang, Jumat (03/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono memperlihatkan barang bukti ganja saat pers rilis di Mapolres Malang, Jumat (03/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Mantan montir di Bali ini juga mengatakan, dia mulai menanam pohon ganja di sebuah lereng pegunungan pada Juni 2021. Dan saat ini dia memiliki sekitar 50 pohon ganja di perkebunan yang dibangun.

“Yang kecil itu pohon usianya 2 minggu, dan yang besar sekitar 4 bulan. Saya tanam sekitar Juni 2021 setelah Lebaran,” bebernya.

Kepada tugumalang.id, partner tugujatim.id, TB bercerita sebenarnya dirinya bekerja di Bali sebagai montir, tapi harus dirumahkan karena pandemi Covid-19.

“Saya sebenarnya adalah montir di Bali, tapi karena Covid-19 ini dirumahkan, jadi gak ada kerjaan,” terangnya saat pers rilis di Mapolres Malang pada Jumat (03/09/2021).

Setelah pulang ke Lumajang, TB lalu bekerja sebagai petani. Lambat laun dia membutuhkan ganja untuk dipakai sendiri. Dia kemudian menanam biji ganja yang dibawa dari Bali.

“Lalu karena pekerjaan masih sepi, saya pulang ke Jawa menjadi petani. Karena saya pemakai, iseng-iseng tanam sendiri karena kalau beli ya mahal. Satu paket sekitar Rp 100 ribu kalau di Lumajang,” bebernya.

TB melanjutkan, karena butuh biaya, tanaman ganjanya dijual lagi.

“Karena dipakai sendiri dan butuh biaya, otomatis saya jual lagi,” sambungnya.

Sampai akhirnya petualangannya sebagai petani ganja harus berakhir saat dirinya ketahuan akan bertransaksi ganja di Desa Sumberpakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (01/09/2021).

Tags: Berita petani ganjaKabupaten MalangPetani ganja asal LumajangPolres MalangSatresnarkoba Polres Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

KBS.

Eks Dirut KBS Ditahan Diduga Korupsi Pakan Satwa, Ini Respons Manajemen

by Dwi Linda
22/07/2026 3:58 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur resmi menahan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD...

Paman di Blitar.

Modus Obati Luka Khitan, Paman di Blitar Diduga Cabuli Keponakan Berkali-kali selama 3 Tahun

by Dwi Linda
22/07/2026 2:58 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng wilayah Kabupaten Blitar. Seorang pria paruh baya berinisial...

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

by Dwi Linda
22/07/2026 9:39 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Agustus 2026 diproyeksikan didatangi sekitar...

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
22/07/2026 7:46 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (22/07/2026) didominasi cerah dan udara kabur di banyak kabupaten/kota. BMKG mengeluarkan peringatan...

Next Post
Vaksinasi Covid-19 pada lansia di Kota Batu. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Batu Didominasi Usia 51-60 Tahun

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID