TARAKAN, Tugujatim.id – Yayuk Gendis, agen Chatour Travel asal Kalimantan Utara (Kaltara), membagikan pengalaman uniknya dalam merekrut jemaah umrah dengan cara yang tidak biasa. Rumah ke rumah dia datangi untuk menjadi perantara calon jemaah mengunjungi Tanah Suci Makkah.
Perempuan yang memulai karirnya sebagai agen Chatour Travel di awal 2025 ini mengaku bergabung setelah melihat satu pesawat penuh jemaah saat hendak berangkat umrah bersama suaminya.
Baca Juga: Ketua PCNU Surabaya: Kepercayaan Masyarakat pada Chatour Travel Luar Biasa!
“Suami saya langsung mendaftarkan diri jadi agen setelah kami searching di Instagram,” ungkapnya saat ditemui Tugujatim.id, Senin (02/02/2026).
Berbeda dengan agen lain yang mengandalkan media sosial atau majelis pengajian, Yayuk memilih strategi door-to-door. Setiap hari mulai pukul 07.00 WIB, dia berkeliling kampung dengan membawa brosur lengkap dan perlengkapan presentasi.
“Saya bisa mendatangi 15-20 rumah dalam sehari. Rumah beton, rumah sederhana, semuanya saya masukin,” jelasnya.
Strategi ini terbukti efektif. Pada 2025, Yayuk berhasil memberangkatkan sekitar 90 jemaah dari Kalimantan Utara, termasuk 37 jemaah yang berangkat tanggal 8-23 Januari dari Tarakan, Bulungan, dan Tanah Tidung.
Tantangan Terbesar Hadapi Kepercayaan Masyarakat
Untuk 2026, target Yayuk semakin ambisius. Dia menargetkan 20 jemaah untuk keberangkatan Februari, ditambah pemesanan 60 seat untuk awal musim umrah.
“Saya sudah blokir 60 paket ke kantor, nanti minta dibagi dua bis,” tuturnya.
Yayuk mengaku meninggalkan bisnis catering yang memberikan omzet harian demi fokus total pada pekerjaan perjalanan umrah ini.
“Ini pilihan. Saya harus bekerja lebih fokus. Suami saya juga ikut full time,” katanya.
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah kepercayaan masyarakat yang pernah mengalami penipuan. Oleh karena itu, dia memerlukan persiapan dan strategi khusus agar calon jemaah percaya kepadanya.
Baca Juga: Umrah Bersama 17 Anggota Keluarga, Jemaah Bangkalan Rasakan Pelayanan Berkelas Chatour Travel
“Hampir 100 persen orang bilang ‘pasti nipu’ ketika saya tawarkan paket pusaka Rp25,5 juta. Makanya saya bawa semua dokumen lengkap untuk meyakinkan mereka,” ujarnya.
Bagi Yayuk, pekerjaan ini bukan sekadar mencari rezeki, melainkan panggilan dari Allah SWT jika memang sudah waktunya untuk mendapatkan kesempatan mengunjungi Tanah Suci. Setidaknya, dari 26 kali dia melakukan umrah, 16 kali keberangkatanya menuju rumah Allah gratis, usai menjadi agen.
“Umrah itu panggilan. Kalau Allah sudah memanggil, biar nggak ditawari pun orang akan pergi. Ini dapat pahala sekaligus rezeki,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








