MOJOKERTO, Tugujatim.id – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka terpantau melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jatim, Selasa (03/02/2026). Kunjungan Wapres RI Gibran ini dilakukan sebagai bagian dari silaturahmi antara pemerintah pusat dengan kalangan pondok pesantren. Terutama peran strategis pondok pesantren dalam menghadapi dinamika dunia digital.
Dalam kunjungan itu, Wapres RI Gibran memberikan pesan kepada santri-santri Amanatul Ummah, Mojokerto, untuk beradaptasi dengan dinamika dunia teknologi tanpa meninggalkan penguasaan ilmu keagamaan Islam. Menurut dia, posisi pondok pesantren begitu strategis untuk menelurkan alumni yang berkarakter kuat sekaligus adaptif dengan kompetensi kekinian.
“Santri harus siap menghadapi perubahan zaman. Penguasaan teknologi, jika disertai dengan akhlak yang baik, maka itu menjadi kekuatan besar untuk masa depan bangsa,” urainya di sela berdialog dengan santri.
Dia menilai, nilai-nilai keagamaan Islam yang diimbangi dengan kecakapan teknologi mampu membuka peluang besar bagi santri untuk ikut aktif dalam beragam sektor, termasuk ekonomi kreatif dan inovasi digital. Hal tersebut seturut dengan visi Indonesia Emas 2045.
Gibran Motivasi Santri agar Kompeten
Selain itu, Wapres Gibran juga ingin memanggil tutor khusus bidang kecerdasan buatan, coding, hingga robotika bila mengunjungi pondok pesantren kembali. Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi santri agar memiliki kompetensi yang relevan dengan dinamika teknologi.
Baca Juga: Menko Zulhas Cerita Masa Kecil saat Kunjungan, Beri Motivasi Santri Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto
Selama kunjungan ini berlangsung, pengamanan dilakukan secara ketat oleh aparat gabungan dari tentara dan kepolisian.
“Kami pastikan rangkaian kunjungan Wakil Presiden ini berjalan aman dan lancar berdasarkan standar pengamanan VVIP,” ujar Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ (Citra Panca Yudha Jaya) Kolonel Inf Batara Alex Bulo saat ditemui terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








