• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
DPRD Kota Malang

Suryadi, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang. Foto: Tangkapan Layar

DPRD Kota Malang Petakan Faktor Anak Putus Sekolah, Alasan Kerja Terbanyak, Ada yang Sebut Sekolah Tak Penting

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Advertorial, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang, Tugujatim.id – Sebagai kota penyandang julukan Kota Pendidikan, Kota Malang nyatanya masih memiliki persoalan anak putus sekolah.

Sebagai upaya pemecahan masalah, Komisi D DPRD Kota Malang membongkar peta faktor penyebab anak putus sekolah di Kota Malang.

You might also like

Calon Terpilih Mundur, Pemkab Jember Buka Lagi Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan

17/06/2026 9:13 PM
1 Muharram

Pemprov Jatim Minta Maaf atas Kericuhan Jalan Sehat 1 Muharram, Ribuan Kupon dan Snack Ternyata Masih Tersisa

17/06/2026 2:30 PM

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi mengakui bahwa angka anak putus sekolah di Kota Malang memang menurut dari tahun ke tahun. Namun menurutnya, anak putus sekolah di Kota Malang harus menjadi perhatian serius.

“Anak putus sekolah di Kota Malang dalam potret kami cukup serius. Data 2023-2026 ini memang menurun. Data terakhir 2025 menuju 2026 angkanya sekitar 1.700 anak,” ungkapnya.

Sebagai langkah pemecahan masalah, ia kemudian memetakan faktor penyebab angka putus sekolah di Kota Malang. Pemetaan ini penting menjadi rujukan dalam memutuskan kebijakan kebijakan strategis di kemudian hari.

“Hasil pendalaman kami, ada beberapa faktor. Mulai anak memang tidak mau sekolah, tak ada biaya, jauh dari rumah, merasa sudah cukup dengan pendidikannya hingga faktor menikah atau mengurus rumah tangga,” bebernya.

“Kemudian juga karena mengalami kekerasan atau perundungan di sekolah pengaruh lingkungan, kesehatan, karena disabilitas dan lainnya,” kata dia.

Tak hanya itu, Suryadi memberikan sotoran atas alasan karena bekerja sebagai salah satu faktor terbesar anak putus sekolah di Kota Malang berdasarkan data terbaru.

“Alasan karena bekerja cukup tinggi, sampai 450an anak. Saat bekerja, anak kadang lupa pentingnya belajar. Ini problem serius. Bahkan jadi alasan tertinggi,” ungkapnya.

Tak kalah menggelitik, ia juga mengungkap alasan lain yang perlu menjadi perhatian, yakni alasan karena anggapan sekolah tidak penting. Hal ini menurutnya perlu penguatan sosialisasi untuk membangkitkan motivasi anak agar mau bersekolah.

“Memang sangat menggelitik ketika kota ini disebut menyandang Kota Pendidikan, tetapi masih ada ribuan anak yang putus sekolah,” tegasnya.

Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh epen masyarakat, tak hanya pemerintah untuk bersinergi dalam menangani persoalan anak putus sekolah di Kota Malang.

“Kami harap akses pendidikan, termasuk untuk anak anak di pinggiran dan yang kurang mampu dapat terfasilitasi. Pendidikan adalah hak semua anak tanpa terkecualian. Jangan sampai ada yang putus sekolah,” tuturnya.

Ia juga mendorong pemerintah mengoptimalkan keberadaan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk menekan angka putus sekolah di Kota Malang.

“Kami optimis angka ini masih bisa menurun, targetnya semoga di 2026 bisa dibawah 1.000. Karena sudah ada Sekolah Rakyat dan ini harus genjot untuk menekan angka putus sekolah,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: M Sholeh

Editor: Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Calon Terpilih Mundur, Pemkab Jember Buka Lagi Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember memutuskan menggelar ulang seleksi terbuka Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta...

1 Muharram

Pemprov Jatim Minta Maaf atas Kericuhan Jalan Sehat 1 Muharram, Ribuan Kupon dan Snack Ternyata Masih Tersisa

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kendala dan kericuhan yang terjadi dalam...

Gus Fawait

Gus Fawait Siapkan Layanan PMI Terpadu di Jember, CPMI Tak Perlu Lagi ke Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 12:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyiapkan layanan PMI terpadu di Kabupaten Jember, agar calon Pekerja...

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Next Post
Jaringan GUSDURian Tolak Board of Peace Trump, Desak Pemerintah Indonesia Mundur

Jaringan GUSDURian Tolak Board of Peace Trump, Desak Pemerintah Indonesia Mundur

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID