Malang, Tugujatim.id – Sebagai kota penyandang julukan Kota Pendidikan, Kota Malang nyatanya masih memiliki persoalan anak putus sekolah.
Sebagai upaya pemecahan masalah, Komisi D DPRD Kota Malang membongkar peta faktor penyebab anak putus sekolah di Kota Malang.
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi mengakui bahwa angka anak putus sekolah di Kota Malang memang menurut dari tahun ke tahun. Namun menurutnya, anak putus sekolah di Kota Malang harus menjadi perhatian serius.
“Anak putus sekolah di Kota Malang dalam potret kami cukup serius. Data 2023-2026 ini memang menurun. Data terakhir 2025 menuju 2026 angkanya sekitar 1.700 anak,” ungkapnya.
Sebagai langkah pemecahan masalah, ia kemudian memetakan faktor penyebab angka putus sekolah di Kota Malang. Pemetaan ini penting menjadi rujukan dalam memutuskan kebijakan kebijakan strategis di kemudian hari.
“Hasil pendalaman kami, ada beberapa faktor. Mulai anak memang tidak mau sekolah, tak ada biaya, jauh dari rumah, merasa sudah cukup dengan pendidikannya hingga faktor menikah atau mengurus rumah tangga,” bebernya.
“Kemudian juga karena mengalami kekerasan atau perundungan di sekolah pengaruh lingkungan, kesehatan, karena disabilitas dan lainnya,” kata dia.
Tak hanya itu, Suryadi memberikan sotoran atas alasan karena bekerja sebagai salah satu faktor terbesar anak putus sekolah di Kota Malang berdasarkan data terbaru.
“Alasan karena bekerja cukup tinggi, sampai 450an anak. Saat bekerja, anak kadang lupa pentingnya belajar. Ini problem serius. Bahkan jadi alasan tertinggi,” ungkapnya.
Tak kalah menggelitik, ia juga mengungkap alasan lain yang perlu menjadi perhatian, yakni alasan karena anggapan sekolah tidak penting. Hal ini menurutnya perlu penguatan sosialisasi untuk membangkitkan motivasi anak agar mau bersekolah.
“Memang sangat menggelitik ketika kota ini disebut menyandang Kota Pendidikan, tetapi masih ada ribuan anak yang putus sekolah,” tegasnya.
Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh epen masyarakat, tak hanya pemerintah untuk bersinergi dalam menangani persoalan anak putus sekolah di Kota Malang.
“Kami harap akses pendidikan, termasuk untuk anak anak di pinggiran dan yang kurang mampu dapat terfasilitasi. Pendidikan adalah hak semua anak tanpa terkecualian. Jangan sampai ada yang putus sekolah,” tuturnya.
Ia juga mendorong pemerintah mengoptimalkan keberadaan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk menekan angka putus sekolah di Kota Malang.
“Kami optimis angka ini masih bisa menurun, targetnya semoga di 2026 bisa dibawah 1.000. Karena sudah ada Sekolah Rakyat dan ini harus genjot untuk menekan angka putus sekolah,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








