SURABAYA, Tugujatim.id – Persoalan sulitnya mencari pekerjaan bagi lulusan baru kembali menjadi perhatian DPRD Surabaya. Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Cahyo Siswo Utomo menilai generasi muda perlu dibekali mental mandiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada sektor kerja formal.
Hal itu dia sampaikan saat menggelar kegiatan serap aspirasi bersama warga di kawasan Jagir Wonokromo. Dalam pertemuan tersebut, Cahyo menerima banyak keluhan dari anak muda yang kesulitan menembus dunia kerja usai lulus sekolah maupun kuliah.
Baca Juga: Bendera Setengah Tiang di DPRD Surabaya, Tanda Duka Meninggalnya Cak Awi
Menurut Cahyo, kondisi pasar kerja yang semakin kompetitif menuntut adanya pilihan lain selain menjadi karyawan. Salah satunya dengan mengembangkan usaha sendiri, baik sebagai pekerjaan utama maupun usaha sampingan.
“Anak-anak muda sekarang harus berani menciptakan peluang. Tidak hanya menunggu lowongan, tapi juga membangun usaha dari potensi yang ada,” ucap Cahyo pada Rabu (11/02/2026).
Pentingnya Manfaatkan AI Kembangkan UKM
Dia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah. Dengan teknologi tersebut, pelaku UMKM dinilai bisa lebih efisien dan mampu bersaing di era digital.
“Kalau dimanfaatkan dengan baik, teknologi bisa menjadi sumber penghasilan baru. UMKM Surabaya harus siap masuk ke era digital,” tambah ketua Fraksi PKS itu.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Izin Black Owl Dicabut, Diduga Jual Miras ke Anak di Bawah Umur
Cahyo mengapresiasi program Pemerintah Kota Surabaya yang mengalokasikan dana Rp5 juta di tingkat RW untuk kegiatan kepemudaan. Menurut dia, anggaran tersebut dapat diarahkan untuk pelatihan usaha, pendampingan bisnis, hingga pengembangan kreativitas anak muda.
“Kalau dikelola dengan tepat, program ini bisa membantu menekan angka pengangguran terbuka, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Adira Salsabila
Editor: Dwi Lindawati








