JEMBER, Tugujatim.id – Sejumlah Infrastruktur dan ribuan KK terdampak Banjir Kabupaten Jember.
Pelaksana tugas (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman menyatakan, banjir yang melanda Jember beberapa hari lalu merupakan yang terparah dalam 10 tahun terakhir akibat curah hujan ekstrem.
“Ini banjir yang sangat luar biasa, baru 10 tahun ini lebih ada curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Helmi saat meninjau beberapa titik jembatan rusak terdampak banjir, Minggu (15/2/2025).
Banjir kali ini berdampak pada sekitar 7.000 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Jember. Selain korban jiwa, berbagai infrastruktur juga mengalami kerusakan, meliputi infrastruktur milik desa, kabupaten, maupun provinsi.
Helmi merinci sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir, antara lain dua hingga tiga dam besar, tiga jembatan, serta lahan pertanian seluas 500 hingga 1.000 hektar yang terdampak.
“Kita petakan mana skala prioritas yang dapat segera diatasi oleh pihak provinsi maupun kabupaten,” jelasnya.
Menurut Helmi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah memerintahkan Bupati Jember untuk mendata kerusakan infrastruktur sekaligus memberikan prioritas perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir di Kabupaten Jember.
Berdasarkan informasi dari BMKG, menurut Helmi wilayah Jember dan Jawa Timur diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi hingga ekstrem pada 20-26 Februari mendatang.
Menanggapi hal ini, Pemkab Jember mengambil langkah antisipasi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan relawan serta mengeluarkan status tanggap darurat bencana hingga dua pekan ke depan.
“Kita menyiapkan posko-posko kebencanaan di masing-masing kecamatan dan desa, serta menyediakan dapur umum di masing-masing desa,” ungkap Helmi.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi banjir dan bencana lainnya hingga akhir Februari 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








