MOJOKERTO, Tugujatim.id – Momen Ramadan digunakan Para Santri eLKISI Mojokerto untuk pengabdian kepada masyarakat melalui program Praktek Dakwah Ramadan (PDR).
Pengabdian yang tersebar di 77 titik termasuk di dalamnya 2 negara lain ini diikuti oleh 272 santri. Dua negara yang termasuk dalam titik pengabdian ini adalah Singapura dan Timor Leste.
Hal ini terlihat dari pelepasan santri program PDR tersebut di GOR pondok pesantren eLKISI Pungging, Kabupaten Mojokerto, Senin (16/02/2026). Setelah dilepas, ratusan santri yang mengikuti program tersebut terjun langsung ke berbagai lembaga, mulai masjid, musala, termasuk panti asuhan untuk berdakwah sekaligus menyebarkan pesan-pesan keislaman di tengah masyarakat.
Pengasuh pondok pesantren eLKISI Mojokerto, Dr KH Fathur Rohman mengatakan bahwa program pengabdian ini selaras dengan salah satu firman Allah SWT di dalam kitab suci al Quran yakni surat An Nahl ayat 125.
“Ayat ini menerangkan bahwa berdakwah itu bukan pilihan. Tetapi sebuah kewajiban. Hanya caranya macam-macam. Semua harus terlibat di dalam urusan-urusan dakwah, salah satunya program ini,” urainya, Senin (16/02/2026).
KH Fathur melanjutkan, seperti perjalanan dakwah ke luar negeri nanti, salah satunya Timor Leste. Perjalanan yang tidak cukup dilakukan hanya dengan 1 hari ini mungkin dianggap berat.
“Namun semua pasti terasa ringan bila dilakukan dengan hati yang ikhlas, karena semua itu tentang perjuangan dalam berdakwah,” tuturnya.
Tidak hanya itu, adanya program ini juga akan berlanjut dengan bergulirnya program pengabdian dalam format lain. Seperti, KH Fathur menambahkan, nantinya akan ada laboratorium dakwah yang bertitik di Nusa Tenggara Timur maupun di Timor Leste.
“Kami sudah berkomunikasi baik dengan teman-teman baik di Nusa Tenggara Timur maupun di Timor Leste, insya Allah disiapkan laboratorium dakwah untuk ke depannya,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar mengaku pihaknya menyambut baik terhadap program pengabdian ini. Menurut Amsar, adanya pengabdian kepada masyarakat selama Ramadan ini diyakini berbuah positif terutama kepada santri yang mengikuti program tersebut.
“Outcome yang kami harapkan nantinya, santri bisa mendapat ilmu berharga dari masyarakat, sehingga bisa menjadi referensi untuk menyebarluaskan syiar Islam berbasis karakter lokal dari berbagai daerah yang dikunjungi sebelumnya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








