• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bubur Muhdor.

Para kaum pria tampak memasak bubur Muhdor sebagai santapan berbuka khas Ramadhan di Masjid Muhdor, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Senin (23/02/2026). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Tradisi Unik Bubur Muhdor Tuban, Kaum Pria Khusus Masak Resep Warisan Bercita Rasa Timur Tengah

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Jelang waktu berbuka puasa, suasana dapur Masjid Muhdor di Kabupaten Tuban, Jatim, ini terasa berbeda dari biasanya pada Senin (23/02/2026). Asap tipis mengepul dari kuali besar yang terbuat dari logam untuk memasak bubur Muhdor spesial Ramadhan.

Sementara sejumlah pria berdiri melingkar, bergantian mengaduk bubur dalam wajan raksasa. Bukan sekadar memasak, kegiatan ini adalah tradisi turun-temurun yang dikenal dengan nama Bubur Muhdor.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Pengurus masjid, Habib Agil Bunamay, 67, menuturkan, tradisi memasak Bubur Muhdor telah menjadi rutinitas yang terus dijaga setiap Ramadhan. Keunikan tradisi ini terletak pada peran para lelaki yang turun langsung mengolah bubur, sementara kaum ibu bertugas menyiapkan bahan mentah sejak pagi.

Baca Juga: Bubur Muhdor, Takjil Gratis dengan Cita Rasa Timur Tengah yang Legendaris

“Kalau pagi itu ibu-ibu menyiapkan bahan. Sudah diiris-iris, santannya diperas, semua disiapkan. Siangnya baru bapak-bapak yang masak di masjid,” ujarnya.

Bubur Muhdor dimasak dalam jumlah besar. Untuk sekali produksi, panitia menyiapkan daging kambing sekitar 10 kilogram, beras 30 kilogram, serta 20 butir kelapa. Belum lagi aneka rempah seperti kayu manis, kapulaga, dan bumbu gulai yang membuat aromanya khas dan menggugah selera.

Istimewanya Bubur Muhdor, racikan bumbunya memiliki sentuhan cita rasa khas Timur Tengah. Perpaduan rempah-rempah kuat menghadirkan aroma harum dan rasa gurih yang berbeda dari bubur pada umumnya. Tidak heran, hidangan ini selalu dinanti warga setiap bulan Ramadhan.

Bubur Muhdor Tuban.
Proses memasak bubur Muhdor khas Ramadhan di Masjid Muhdor, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Senin (23/02/2026). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Selain itu, keberadaan masjid yang berada di kawasan permukiman warga keturunan Arab juga memberi warna tersendiri bagi tradisi ini. Nuansa budaya yang berpadu dengan kearifan lokal membuat bubur ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga jejak sejarah komunitas yang masih terjaga hingga kini.

Menurut dia, proses memasak bubur membutuhkan waktu sekitar dua jam. Mulai pukul 13.00-15.00 waktu setempat. Selama itu pula, adukan tidak boleh berhenti sama sekali.

“Harus terus diaduk bergantian. Tidak boleh berhenti. Kalau berhenti nanti menggumpal, istilah Jawa-nya ‘ngintip’,” jelasnya.

Bubur Muhdor di Tuban.
Para pria bergantian mengaduk bubur Muhdor khas Ramadhan di Masjid Muhdor, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Senin (23/02/2026). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Karena itulah, beberapa pria selalu siaga di sekitar kuali untuk memastikan Bubur Muhdor matang sempurna dengan tekstur lembut. Cita rasa bubur ini dikenal gurih dan kaya rempah. Warga biasanya menyantapnya langsung, namun tidak sedikit yang menambahkan sayur lodeh atau gulai agar rasanya semakin mantap.

“Langsung dimakan sudah nikmat, tapi kalau pakai lodeh atau gule malah lebih enak,” katanya sambil tersenyum.

Awalnya, bubur ini dibuat untuk membantu fakir miskin yang berpuasa. Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi kegiatan sosial yang dinanti masyarakat setiap Ramadhan.

Baca Juga: Berburu Takjil Gratis! Warga Tuban Rela Antre demi Nikmati Lezatnya Bubur Muhdor Khas Timur Tengah

Berdasarkan catatan yang dia ketahui, tradisi ini sudah ada sejak sekitar 1937. Dia sendiri mengaku telah menyaksikan prosesnya sejak kecil pada era 1970-an.

“Dulu semua dikerjakan di masjid, dari mengiris bawang, memeras santan, sampai mengolah daging. Sekarang lebih praktis karena bahan sudah disiapkan dari rumah,” kenangnya.

Dalam sekali masak, Bubur Muhdor bisa menghasilkan lebih dari 400 porsi. Dia melanjutkan, sekitar 75-100 porsi disantap jemaah untuk berbuka di masjid, sementara sisanya dibagikan kepada masyarakat umum yang datang.

Di tengah gaya hidup serba instan, dia bersyukur tradisi Bubur Muhdor masih bertahan. Dia menyebut, tradisi bubur asli seperti ini kini semakin langka.

“Sekarang orang cenderung yang praktis. Tapi alhamdulillah di sini masih berjalan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniBubur di Masjid Muhdor TubanBubur Muhdor khas Timur TengahKabupaten Tuban hari iniMasjid Muhdor di TubanSejarah ada bubur muhdor di TubanTuban
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
PT Jamkrida.

Suntikan Modal PT Jamkrida Rp300 Miliar Diperdebatkan, DPRD Jatim Minta Perkuat Tata Kelola

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID