MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ruang refleksi dan dialog muncul dalam ngabuburit antara Bawaslu dengan KPU Mojokerto pada Selasa (24/02/2026). Komitmen dalam penguatan integritas demokrasi, profesionalitas, serta kolaborasi antara penyelenggara pemilu dengan masyarakat muncul dalam dialog tersebut.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal mengatakan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam mengawal kualitas demokrasi. Dia berpandangan, integritas tidak cuma diartikan sebagai kejujuran atau sikap positif lain, namun juga soal konsistensi antara ucapan dengan tindakan.
Baca Juga: Pastikan Data Pemilih Akurat, KPU Jatim Cek Langsung Coktas di Tuban
“Integritas merupakan komitmen moral. Tidak sekadar patuh terhadap aturan saat dilihat oleh publik, tapi tegak lurus pada prinsip meski berada di ruang sunyi,” urainya, Selasa (24/02/2026).
Dia melanjutkan, pemilu sebagai hajat rakyat menjadi salah satu penentu arah kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, setiap penyimpangan etika oleh penyelenggara tersebut menimbulkan potensi cedera terhadap hasil pemilu sekaligus meruntuhkan kepercayaan publik.
“Stabilitas demokrasi bergantung pada nilai kepercayaan masyarakat terhadap proses yang jujur, adil, dan transparan,” tandas Dody.
4 Pilar Penyelenggaraan Pemilu Berintegritas
Dia melanjutkan terdapat 4 pilar penyelenggara pemilu berintegritas. Pertama, sinergitas, yaitu pengawasan yang melibatkan kolaborasi antara Bawaslu, masyarakat, media, dan tokoh masyarakat. Kedua, integritas, yakni bebas dari kepentingan politik, objektif saat mengambil keputusan, serta menjunjung prinsip jujur dan adil.
Ketiga, mentalitas, yakni ketahanan moral, berani menghadapi tekanan, serta komitmen terhadap kebenaran. Keempat, profesionalitas, yakni pemahaman terhadap aturan, kepatuhan prosedur, dan pemanfaatan teknologi.
Baca Juga: Coklit Terbatas KPU Tuban: Ribuan Disabilitas di Tuban Masuk Daftar Pemilih
“Masyarakat bukan berposisi sebagai pemilih saja, namun mitra strategis dari proses pengawasan. Demokrasi yang sehat lahir dari peran masyarakat yang sadar dan berani,” tutupnya.
Sementara, Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Afnan Hidayat mengatakan bahwa KPU Mojokerto bersama Bawaslu menegaskan komitmen penuh terhadap tugas dan wewenang yang dipunyai berdasarkan nilai integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab kelembagaan.
“Integritas tidak hanya sebuah prinsip normatif, namun landasan utama setiap proses penyelenggaraan Pemilu,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








