Tugujatim.id – Warga Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang diminta segera pindah (relokasi) dari permukiman yang selama ini langganan terisolasi lahar Semeru.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang meminta seluruh warga relokasi ke Hunian Tetap (Huntap) yang bakal segera disediakan oleh Pemerintah.
“Relokasi pilihannya, satu-satunya ya relokasi. Tidak ada alternatif lagi, tidak ada pilihan lain. Pindah dari situ, kalau ndak ya begitu terus-terusan,” tegas Indah Amperawati.
Pemukiman warga di Dusun Sumber Langsep langganan terisolir oleh dampak banjir lahar dingin Gunung Semeru. Wilayah dusun tersebut berada di seberang sungai, dengan akses satu-satunya melalui jembatan limpas yang membentang di Sungai Leprak.

Aktivitas warga dari dusun maupun luar dusun tersebut mengalami hambatan akibat derasnya aliran banjir lahar dingin. Termasuk aktivitas anak-anak yang hendak belajar harus melewati zona bahaya tersebut.
“Saya kemarin kaget lihat videonya Mas Rohman, sampai viral. Jadi kejadian anak sekolah kemarin, harusnya tidak boleh terjadi, nggih?” tegas Indah di depan warga.
Video Viral Bocah Terseret Arus
Sebelumnya viral, seorang siswi SDN Jugosari 3 Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro terseret arus sungai saat berangkat sekolah. Siswi tersebut dibonceng ayahnya dengan sepeda motor menyeberangi arus sungai yang deras oleh lahar dingin dari Gunung Arjuno.
Namun nahas anak dan ayah tersebut terjatuh dan terseret arus sungai hingga beberapa meter. Video menunjukkan sang bocah ketakutan dan meminta tolong dalam kondisi nyaris tenggelam. Warga di lokasi berhasil menolong keduanya.
“Saya sejak awal sudah sampaikan ayo bapak ibu yang di Sumberlangsep jangan tinggal di sana. Itu sudah zona merah. Bahaya!” tegas Indah.
Indah secara tegas meminta warga yang menolak direlokasi untuk membuat surat pernyataan. “Kan ada itu yang nggak mau pergi dari situ. Bikin pernyataan. Pemerintah sudah minta untuk pergi, relokasi, tapi tidak mau,” tegasnya.
Sementara itu, relokasi bakal disediakan dengan memanfaatkan lahan sekitar 1 ha yang lokasinya tidak jauh dari Dusun Sumberlangsep. Sehingga untuk urusan mata pencaharian tetap dapat berjalan seperti sedia kala.
“Nggak jauh, Semak kan deket dari Sumberlangsep. Nah nanti saya akan mengajukan pembangunan untuk rumah Hunian Tetap,” jelasnya.
Warga yang mempunyai lahan di Sumberlangsep, tetap bisa dan dipersilakan bekerja. Tetapi saat sore atau malam kembali dan tinggal di Huntap. Harapannya anak-anak sekolah dan lansia tidak berada di zona bahaya, selain lebih dekat dengan akses pendidikan.
“Ini jangan main-main lho, ini nyawa lho. Sekarang semua sungainya sudah tertutup sama material, kita nggak ingin bencana tapi kita nggak bisa nolak kalau datang bencana. Kalau tiba-tiba lahar besar, itu masuk lagi ke Sumber Langsep nanti,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








