MOJOKERTO, Tugujatim.id – Suara penolakan terhadap tambang ilegal kali ini disuarakan oleh PMII Mojokerto. Hal ini terlihat dari aksi demo tolak tambang ilegal yang berlangsung di depan Mapolres Mojokerto, Jumat (27/02/2026).
Dari pantauan di lokasi, massa aksi datang dengan membawa bendera organisasi disertai dengan banner hingga poster berisi beragam tuntutan dengan fokus utama berupa tuntutan untuk menutup dan menindak tegas siapa pun yang berhubungan dengan tambang ilegal di Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Kiai Asep Saifuddin Chalim Desak Aparat Tutup Tambang Ilegal di Mojokerto
Saat berjalan menuju Mapolres Mojokerto, massa aksi terlihat membentangkan banner maupun poster tuntutan tersebut diiringi dengan nyanyian bernuansa pergerakan. Begitu tiba di depan mapolres tersebut, perwakilan dari massa PMII Mojokerto secara bergantian menyampaikan tuntutan mereka.

Tuntutan paling utama dari aksi massa ini adalah meminta kepolisian untuk mengusut tuntas tambang ilegal di Kabupaten Mojokerto. Tambang tersebut dinilai merugikan daerah, masyarakat, serta lingkungan.
Tidak berselang lama, hujan deras mengguyur titik lokasi aksi massa ini. Namun massa aksi tidak beranjak sedikit pun meski hujan deras terjadi di titik lokasi tersebut.
“Kami membutuhkan jawaban konkret dari tambang ilegal ini. Terlebih tambang yang berdekatan dengan tiang sutet di Ngoro. Kami mendesak penegakan hukum terhadap tambang ilegal itu,” tegas Ketua PC PMII Mojokerto M. Fadil saat di lokasi.
Dia menambahkan, masih maraknya tambang ilegal di Kabupaten Mojokerto membutuhkan tindakan serius. Fadil memandang hingga kini belum ada tindakan signifikan nan serius terhadap tambang yang dimaksud.
“Maka dari itu kami sampaikan tuntutan itu lewat aksi ini,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








