• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
KH Suhud Mojokerto

Potret KH Suhud Mojokerto (dok Isno)

KH Muhammad Suhud Sang Pelatih Pasukan Hizbullah Mojokerto yang Terlupakan

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kiai-kiai di Mojokerto memiliki sejarah panjang dengan barisan Hizbullah di masa perang Kemerdekaan. Salah satunya ​KH Muhammad Suhud.

Kiai Suhud bisa dibilang sezaman dengan kiai lain di Mojokerto seperti KH. Ahyat Chalimi, KH. Munasir Ali dan Mansur Solikhi.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Buku Biografi Kiai Mojokerto karya Isno Woeng Sayun mencatat KH. Muhammad Suhud mempunyai nasab yang bersambung ke jalur Mataram.

Hal tersebut berdasarkan silsilah dari buku Taman Solaya yang dikomandani oleh KH. Habib Mastur.

“Ayah dari KH. Muhammad Suhud adalah KH. Hasan Besari bin KH. Raden Khabib bin KH. Raden Muhammad bin Pangeran Hadi Ningrat Kerto Noto Agomo jejuluk KH. Raden Nur Qoyidi bin Sunan Kuning bin Sunan Mas bin Adipati Anom bin Aryo Prabu Adi bin Mas Rangsang bin Mas Jolang bin Sutowijoyo bin Ki Gede Pemanahan,” tulis Isno.

​Kiai Suhud kecil tinggal di Pare, Kediri. Setelah remaja, ia pindah ke Sumobito bersama dengan orang tuanya. Kemudian, pada tahun 1930 Kiai Suhud melanjutkan nyantri di PP. Tebuireng. Di Tebuireng ini, ia mendapat pengalaman luar biasa.

“Selain dididik langsung oleh Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asyari, Kiai Suhud juga menjadi teman diskusi KH. Wahid Hasyim. Dari KH. Wahid Hasyim, Kiai Syuhud mendapat ilmu organisasi dan ilmu sosial politik,” lanjut Isno.

​Selain nyantri di Tebuireng, Kiai Suhud juga menimba ilmu di pesantren lain, seperti pesantren Mojosari, Nganjuk; pesantren Siwalan, Sidoarjo, dan lainnya. Bahkan, Kiai Suhud juga pernah berguru kepada KH. Halim di Majalengka. Di Majalengka tersebut, Kiai Suhud berada dalam 1 perguruan dengan Kyai Yazid, ahli bahasa dari Pare, yang melahirkan murid penggagas Kampung Inggris, Mr. Kalend.

“Kiai Suhud pernah menjadi Kepala Sekolah sebuah madrasah milik NU bentukan KH. Zaenal Alim. Ia juga dipercaya oleh KH Hasyim Asyari untuk mendirikan dan membina madrasah di beberapa daerah,” tambah Isno.

​Selain aktif dalam dunia pendidikan, Kiai Suhud juga bergabung dengan Ansor Mojokerto pimpinan KH. Ahyat Chalimi. Saat di Ansor, ia berinteraksi secara intens dengan anggota Ansor lain seperti KH. Munasir Ali, Mansur Solikhi, Mulyadi, Ahmad Yatim dan lainnya.

Kala itu, Masyumi setuju mengirim santri-santri bergabung dengan PETA dan Kiai Suhud turut serta. Ia dikirim berlatih militer di Jatinegara dan Jakarta. Dari pelatihan ini, Kiai Suhud memperoleh pangkat sebagai Shodancho.

“​Struktur PETA terdiri atas 65 Daidan (batalyon) yang ada di Jawa dan 3 Daidan di Bali. Tiap Daidan beranggotakan 535 personil dipimpin Daidancho (komandan batalyon) pangkat setingkat mayor dibantu kepala staf berpangkat Chudancho. Setiap Daidan terdiri dari 4 Chudan yang dipimpin seorang Chudancho (komandan kompi) pangkat setingkat kapten. Tiap Chudan terdiri dari 3 shodan yang dipimpin seorang shodancho (komandan peleton) pangkat setingkat letnan. Tiap shodan terdiri dari 4 bundan yang dipimpin seorang bundancho (komandan regu) pangkat setingkat sersan,” beber Isno.

​Pada saat yang sama, Kiai Suhud juga bergabung dalam latihan militer di Cibarosa yang khusus untuk pembentukan Laskar Hizbullah. Kiai Suhud mewakili Mojokerto bersama dengan Mulyadi dan Ahmad Yatim.

​Rampung berlatih di Cibarosa, Kiai Suhud mendapat mandat untuk melatih santri-santri agar memiliki dasar-dasar berperang. Latihan kala itu berpusat di daerah Prajurit Kulon, Mojokerto. Sedang kalau di Jombang, berlokasi di Mojoagung.

“​Dari alumni-alumni pelatihan ini, Kiai Suhud bersama pemimpin lainnya membentuk dan memperkuat pasukannya dalam beberapa kelompok. Yang masih muda masuk Laskar Hizbullah sedangkan yang sudah berumur dimasukkan ke dalam Sabilillah,” tandas Isno.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Kabupaten Mojokertokiai mojokertoMojokertoSejarah Mojokerto
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Ketua KPAI

Ketua KPAI Sekaligus Ketua Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID