MALANG, Tugujatim.id – Angka penyerapan tenaga kerja di Kota Malang akan mencapai 14 ribu selama 2026. Hal ini dengan meningkatnya target angka investasi 2026 sebesar Rp3,6 triliun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang di akhir 2025, angka pengangguran terbuka di mencapai 27.710 orang.
Baca Juga: Rekrutmen Tenaga Kerja Citimall Tuban Dikawal Disnakerin, Prioritas Warga Lokal
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, investasi di Kota Malang masuk sepanjang 2025 tumbuh aktif hingga mencapai angka Rp3,1 triliun.
Dari investasi tersebut, Arif mengklaim telah berdampak pada serapan tenaga kerja di Kota Malang.
“Kami mencatat, serapan tenaga kerja sudah 11.700-an pada 2025,” ucapnya.
Penyumbang Terbesar di Sektor Malanan dan Minuman
Menurut dia, sektor terbesar penyumbang angka serapan kerja di Kota Malang ada di usaha makanan dan minuman seperti kafe, restoran, hingga rumah makan. Angkanya mencapai 45 persen.
“Kemudian ada sektor properti 25 persen dan setelah itu hotel sebesar 20 persen,” urainya.
Arif mengatakan, serapan tenaga kerja di Kota Malang pada 2026 diproyeksikan bisa mencapai angka 14 ribu orang.
Dia menyebut, proyeksi itu didasari target angka investasi di Kota Malang 2026 naik 20 persen menjadi Rp3,6 triliun.
“Artinya, kalau investasi naik 20 persen maka untuk serapan tenaga kerja juga sama (naik 20 persen) atau bahkan bisa lebih,” ucapnya.
Baca Juga: Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal, Investor Jepang Perkuat Ekonomi di Kabupaten Jember
Arif menyebutkan, tantangan 2026 tidak akan mudah untuk merealisasikan capaian investasi dan serapan tenaga kerja di Kota Malang.
Pada 2025, dia menyebut banyak investor yang melaporkan aset, permodalan, dan jumlah tenaga kerja di penghujung tahun. Menurut dia, hal ini akan dirapikan pada 2026.
Karena itu, dia mengatakan optimisme pada 2026.
“Kami optimistis, baik untuk target investasi maupun serapan tenaga kerja bisa tercapai beriringan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








