JEMBER, Tugujatim.id – Dalam rangkaian Gus’e Sapa Ramadhan yang digelar Senin (09/03/2026), Bupati Jember Gus Fawait beserta rombongan menyambangi sejumlah titik di Kecamatan Kalisat, salah satunya Balai Desa Sumberjeruk untuk bertatap muka langsung dengan para kader posyandu setempat.
Di hadapan para kader, Gus Fawait mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi kesehatan masyarakat Jember yang masih menghadapi tiga persoalan besar, tingginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta persoalan stunting yang belum tuntas.
Baca Juga: Musrenbang 2027, Jember Fokus Tekan Angka Kemiskinan
Dia menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya tenaga medis semata.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa posisi Jember dalam daftar AKI dan AKB di Jawa Timur masih tergolong mengkhawatirkan. Karena itu, peran kader posyandu dinilai sangat strategis, begitu pula keberadaan Satgas Stunting yang sudah dibentuk di setiap kecamatan.
Satgas ini, menurut Gus Fawait, harus dikomandoi langsung oleh camat dan kepala puskesmas agar pendataan anak-anak berisiko stunting berjalan akurat dan terstruktur.
Anak Terindikasi Stunting Diperiksa Terpadu di Puskesmas
Dia menjelaskan bahwa setiap anak yang terindikasi stunting akan menjalani pemeriksaan terpadu di puskesmas dengan penanganan yang merujuk pada rekomendasi dokter spesialis anak guna memastikan metode penanganan yang paling sesuai.
“Anak-anak kita yang stunting akan dibawa untuk diperiksa bersama di puskesmas. Penanganannya tidak sembarangan karena datanya akan ditentukan langsung oleh dokter spesialis anak untuk menentukan metode pengobatan atau treatment yang tepat,” ujar Gus Fawait.
Tak hanya soal stunting, Gus Fawait juga menekankan pentingnya pendampingan bagi ibu hamil. Para ibu hamil diminta untuk rutin memeriksakan kandungannya di puskesmas, dan hasilnya akan dikonsultasikan kepada dokter spesialis obgyn.
Ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi wajib didampingi agar persalinannya dilakukan di rumah sakit demi menjamin keselamatan ibu maupun bayi.
Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan di Jember.
Baca Juga: RSD dr Soebandi Jemput Bola Berantas Stunting, Gelontor Miliaran Rupiah untuk Susu Formula
Dia menegaskan bahwa seluruh warga pemegang KTP Jember berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di rumah sakit daerah, termasuk RSUD Kalisat, baik untuk keperluan pengobatan umum maupun persalinan, tanpa dipungut biaya apa pun.
“Masih banyak yang belum tahu kalau hari ini rumah sakit itu gratis. Pokoknya ber-KTP Jember, mau berobat atau melahirkan di rumah sakit, semuanya gratis. Ini adalah prioritas kita untuk masyarakat,” tandas Gus Fawait. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia*
Editor: Dwi Lindawati








