MOJOKERTO, Tugujatim.id – Aliansi mahasiswa bergerak ke depan kantor Pemkab Mojokerto pada Rabu (11/03/2026). Mahasiswa Mojokerto ini membawa 4 tuntutan atas 1 tahun pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Muhammad Albarraa dan Moch. Rizal Octavian.
Tuntutan ini meliputi desakan kepada Pemkab Mojokerto selaku satgas agar segera menindaklanjuti dugaan permasalahan di SPPG Kutorejo. Aliansi mahasiswa Mojokerto ini menuntut dapur tersebut ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Baca Juga: Aksi Demo Mahasiswa Mojokerto Sempat Diwarnai Kericuhan
“Kami menuntut agar segera ditetapkan pihak mana yang bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi, yaitu masalah keracunan siswa beberapa waktu lalu,” tandas Ketua DPC GMNI Mojokerto Raya Mohammad Thohir.
Massa aksi sekaligus menuntut Pemkab Mojokerto segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) atas insiden tersebut untuk memastikan proses penanganan berjalan secara
transparan dan akuntabel.
Selanjutnya, aliansi mahasiswa Mojokerto ini mendesak pemkab untuk mengevaluasi total serta memberikan penjelasan kepada publik tentang penggunaan anggaran pembangunan tanggul di wilayah Kutorejo.
“Kami juga menagih berkomitmen serta mendorong percepatan penyelesaian pembangunan
tersebut,” ujar salah satu orator dari aliansi mahasiswa ini, Mahmud.
Dia menambahkan, alinasi mahasiswa turut mendesak Pemkab Mojokerto untuk memberikan kejelasan status serta kepastian kebijakan tentang tenaga PPPK paruh waktu sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Rapor Merah dari Mahasiswa Mojokerto Untuk Satu Tahun Pemerintahan Ita-Sandi
“Kami juga mendesak Pemkab Mojokerto untuk menyelesaikan permasalahan bantuan masyarakat yang tidak tepat sasaran. Bantuan itu disinyalir kuat terjadi praktik tebang pilih penerima bantuan masyarakat sehingga banyak masyarakat yang seharusnya menerima malah tidak mendapat bantuan,” tandas Mahmud.
Sebelum aksi ini berjalan, sebelumnya aliansi mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan mendatangi kantor Pemkot Mojokerto. Gabungan aliansi mahasiswa ini menyoroti menyoroti beragam hal dalam 1 tahun pemerintahan Ika Puspitasari-Rachman Sidharta Arisandi. Seperti, kontrol terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai lemah. Hal ini seturut dengan masih banyak dijumpai kasus dari program tersebut, mulai siswa keracunan, hingga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat kehabisan modal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








