KOTA MALANG, Tugujatim.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat 21 titik banjir tersebar di Kota Malang.
Kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) yang masih tergenang air menjadi perhatian publik lantaran baru saja dibangun sistem drainase yang disebut sebut sebagai solusi pemecah banjir.
Kalaksa BPBD Kota Malang, Prayitno menerangkan, hujan dengan intensitas tinggi memicu peningkatan debit air pada drainase dan sungai di beberapa wilayah Kota Malang hingga terjadi luapan ke ruas jalan dan permukiman.
“Berdasarkan pantauan Pusdalops, terdapat 21 titik mengalami banjir,” kata Prayitno.
Adapun 21 titik banjir yang menggenani ruas jalan dan permukiman warga tersebar di 5 kecamatan yang ada di Kota Malang.
Di kecamatan Lowokwaru, banjir menggenani Jalan Suhat, Jalan Bungur, Sudimoro, Jalan Cengger Ayam, Jalan Bunga Coklat, Jalan Terusan Kendalsari, Jalan Melati dan Jalan Mawar.
Lalu di Kecamatan Blimbing, banjir menggenangi Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S Parman, Jalan Panji Suroso, Jalan Industri Barat dan Jalan Kedawung.
Sementara di Kecamatan Sukun, banjir juga terjadi di Kelurahan Besuki dan Kelurahan Garingkasri. Sedangkan di Klojen, banjir terjadi di Kayutangan, Jalan Galunggung dan Jalan Veteran.
Terakhir di Kecamatan Kedungkandang, banjir melanda Jalan Danau Kerinci Raya, Jalan Danau Toba dan Jalan Danau Bratan Raya.
Seperti diketahui hujan lebat dan angin kencang melanda Kota Malang pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








