MOJOKERTO, Tugujatim.id – Penumpang di Terminal Kertajaya Mojokerto sempat mengalami insiden tidak terduga. Pada Minggu (22/03/2026) dan Senin (23/03/2026), tidak sedikit penumpang Terminal Mojokerto mengalami keterlambatan perjalanan. Hal ini akibat kekurangan armada bus pada kedua hari tersebut.
“Dari armada kemarin sempat kekurangan pada Minggu (22/03/2026) dan Senin (23/03/2026) akhirnya banyak penumpang lumayan lama menunggu kedatangan armada,” ujar salah satu pihak pengelola Terminal Mojokerto A. Yazid pada Rabu (25/03/2026).
Baca Juga: Ramp Check di Terminal Mojokerto Dapati Armada Tak Laik Jalan
Meski begitu, pihak pengelola mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, Terminal Mojokerto hanya menjadi terminal perlintasan. Praktis, petugas di lapangan tetap berjaga di posko maupun pos pengamanan yang telah berdiri di area terminal.
“Tapi kami tidak bisa berbuat banyak. Karena kami termasuk terminal perlintasan. Namun petugas di lapangan tetap bersiaga,” tandas Yazid.
2 Hari ke Depan Puncak Arus Balik
Dari pantauan sementara hingga Rabu (25/03/2026) di Terminal Mojokerto, tampak kondisi hilir mudik penumpang tidak terlalu padat. Meski banyak instansi maupun lembaga memulai aktivitas pasca Lebaran 2026 pada Rabu (25/03/2026).
Sementara penumpang mulai memadati terminal ini diprediksi terjadi pada Jumat (27/03/2026) dan Sabtu (28/03/2026).
“Seharusnya hari ini mulai banyak, tapi penumpang yang terlihat masih sama seperti kemarin-kemarin. Prediksi mulai padat arus balik itu Jumat atau Sabtu tanggal 27 dan 28 nanti,” sambung Yazid.
Baca Juga: Kapolri Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Terminal Bungurasih
Pada musim arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah ini, kondisi Terminal Mojokerto dinilai kondusif. Belum terdapat insiden maupun peristiwa yang mengganggu kenyamanan, keamanan, serta kelancaran baik armada maupun penumpang.
“Masih kondusif, kami berharap hingga arus balik nanti selesai, semua dalam kondisi aman dan tertib,” tutup Yazid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








