• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kampung Ilmu.

Para pedagang di Kampung Ilmu mulai kehilangan komunikasi secara langsung bersama pembeli. (Foto: Devi Ismayanti/Magang)

Kampung Ilmu Surabaya, “Harta Karun” Para Pencinta Buku yang Kini Kian Sepi dan Redup

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Siapa yang tidak kenal Kampung Ilmu? Sebuah tempat di Surabaya yang berlokasi di Jalan Semarang No 55 ini merupakan surga bagi mereka para penggemar buku. Kampung Ilmu adalah sebuah tempat di Surabaya yang menjual berbagai macam jenis buku.

Tidak hanya buku baru, Kampung Ilmu juga menjual berbagai macam buku zaman dulu yang mungkin kini sudah tidak dicetak lagi. Keberadaan Kampung Ilmu yang menjajakkan berbagai macam buku baru hingga bekas ini tentunya menjadi ruang pencarian harta karun bagi mereka yang gemar membaca.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Baca Juga: Kampung Kumuh di Mojokerto Bersolek lewat Tangan Pemprov Jatim

Tak hanya diisi dengan lapak-lapak penjual buku, tempat ini juga dulunya kerap kali digunakan sebagai sanggar latihan bahkan juga ruang untuk belajar kelompok. Beberapa tahun lalu, lorong-lorong kampung selalu dipadati pengunjung. Tempat ini sempat menjadi destinasi favorit pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang berburu buku bekas dengan harga terjangkau.

Kampung Ilmu Surabaya.
Banyak lapak yang mulai tutup karena sepinya pengunjung yang datang langsung ke Kampung Ilmu. (Foto: Devi Ismayanti/Magang)

Sayangnya, seiring berjalannya waktu Kampung Ilmu kini kian sepi. Suasana yang dulunya hangat akan para pemburu buku-buku juga anak-anak beraktivitas untuk giat non akademik mereka sudah sangat jarang terlihat lagi. Tempat yang biasanya mereka gunakan untuk berkegiatan kini beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan kardus-kardus berisi barang berat.

Penurunan Omzet Pedagang Diduga Maraknya Platform Digital

Banyak toko yang dulunya buka, kini juga tutup. Para pedagang mengaku penurunan ini mulai terasa sejak maraknya platform digital yang menjual buku secara online. Kemudahan akses serta variasi pilihan yang ditawarkan secara daring membuat banyak orang beralih dari belanja langsung melalui handphone karena terbilang lebih mudah dan menghemat biaya. Alhasil, para pedagang yang masih bertahan kerap kali menganggur dan kehilangan interaksi langsung dengan pelanggan mereka.

Situasi ini nampaknya mengundang kesedihan terutama bagi pencinta buku. Lokasi yang kini tidak terurus juga menjadi salah satu alasan mengapa tempat ini kian sepi.

“Saya kebetulan datang ke sini buat cari buku edisi lama, sedih si melihat kondisi Kampung Ilmu yang sekarang karena tidak terawat dengan baik. Padahal, kalau dikelola dengan baik tempat ini bakalan ramai dan jadi incaran terutama untuk orang-orang akademik,” ungkap Risma, salah satu pengunjung yang kebetulan tengah mencari buku di Kampung Ilmu pada Rabu (18/03/2026).

Kampung Ilmu di Surabaya.
Lokasi yang dulunya digunakan sebagai tempat masyarakat dan anak-anak berkegiatan kini beralih fungsi sebagai tempat peletakan barang. (Foto: Devi Ismayanti/Magang)

Meski demikian, Kampung Ilmu masih menyimpan potensi besar sebagai ruang literasi alternatif di Surabaya. Keunikan konsepnya sebagai pusat buku murah dan bekas menjadi nilai yang sulit tergantikan oleh platform digital. Hal ini menjadikan beberapa orang memiliki harapan supaya Kampung Ilmu ini jangan sampai tutup total.

“Saya berharap tempat ini bisa dikelola dengan baik, jangan sampai tutup karena tempat ini juga menyimpan banyak kenangan di mana saat saya SMP dulu saya sering datang ke sini juga naik sepeda,” lanjut Risma.

Baca Juga: Kampung Samin di Bojonegoro yang Memegang Teguh Kesederhanaan dan Prinsip Tanggung Jawab

Meski kini tidak lagi seramai dulu, Kampung Ilmu Surabaya tetap menyimpan harapan untuk kembali hidup. Di tengah perubahan zaman yang kini kian canggih, tempat ini bukan sekadar deretan lapak buku, melainkan simbol perjalanan literasi di Surabaya.

Jika mendapat perhatian dan sentuhan inovasi, bukan tidak mungkin Kampung Ilmu akan kembali menjadi ruang yang ramai tempat bertemunya pengetahuan, kenangan, dan semangat membaca generasi saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Devi Ismayanti

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKampung Ilmu di SurabayaKampung Ilmu SurabayaKondisi Kampung Ilmu di SurabayaKota Surabaya hari iniSurabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Tol Surabaya Mojokerto.

H+2 Lebaran, Total 679.020 Kendaraan Lintasi Tol Surabaya Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID