JEMBER, Tugujatim.id – Keterbatasan akses dan literasi digital masih menjadi tantangan layanan publik di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) dinilai menjadi solusi efektif untuk menjangkau warga yang belum tersentuh layanan berbasis digital.
Ketua DPC PPP Jember Gus Mamak mengapresiasi konsistensi pelaksanaan program Bunga Desaku. Menurut dia, pendekatan jemput bola yang dilakukan Pemkab Jember mampu memangkas jarak antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: Bunga Desaku Sumberbaru, Gus Fawait Ajak Masyarakat hingga ASN Jadi Promotor Wisata Jember
“Komunikasi langsung di lapangan membangun silaturahmi yang autentik. Ada ikatan emosional yang tercipta saat bupati hadir di tengah masyarakat, sesuatu yang tidak bisa didapatkan dari komunikasi satu arah,” ujarnya.
Dia menegaskan, program Bunga Desaku bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan warga, terutama yang memiliki keterbatasan akses digital.

Gus Mamak juga menyoroti pentingnya kehadiran langsung kepala daerah dalam memvalidasi kondisi riil di lapangan. Menurut dia, pola kepemimpinan dengan turun langsung ke desa dapat meminimalkan potensi laporan yang tidak sesuai fakta.
“Bupati tidak boleh hanya menjadi penerima laporan di atas kertas. Dengan turun langsung bersama jajaran, fakta di lapangan bisa terlihat jelas sehingga kebijakan tidak salah sasaran,” tegasnya.
Layanan Diperluas Menjangkau Semua Kalangan
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Regar Jeane Dealen Nangka menyampaikan bahwa tidak semua masyarakat dapat mengakses layanan digital secara optimal.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada lansia, masyarakat di wilayah tertentu, serta warga dengan keterbatasan literasi digital yang belum mampu memanfaatkan layanan online,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam kondisi tersebut, kehadiran langsung pemerintah menjadi kunci agar pelayanan tetap menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Negara tidak boleh hanya menunggu laporan. Negara harus hadir langsung memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan,” tambahnya.
Selain memperluas jangkauan layanan, pendekatan jemput bola melalui Bunga Desaku juga dinilai mampu mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.
Terkait kekhawatiran beban anggaran, Gus Mamak menilai program ini telah dirancang dengan perhitungan matang. Bahkan, kehadiran langsung pemerintah justru membuka peluang pemetaan potensi daerah yang dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Di tengah isu efisiensi energi, pelaksanaan program juga dilakukan dengan pendekatan hemat, salah satunya melalui penggunaan kendaraan operasional secara kolektif untuk menekan konsumsi bahan bakar.
Ke depan, Pemkab Jember akan terus mengintegrasikan layanan digital dengan kehadiran langsung di lapangan agar pelayanan publik semakin inklusif.
“Digital tetap berjalan, tetapi kehadiran langsung tidak bisa digantikan. Keduanya harus berjalan bersama agar pelayanan benar-benar menjangkau semua,” pungkasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








