JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kebijakan efisiensi energi nasional yang dipicu dinamika geopolitik global.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Pada prinsipnya, kami siap mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi,” ungkap Gus Fawait pada Rabu (25/03/2026).
Baca Juga: Resmi! ASN Pemprov Jatim Akan Gelar WFH Setiap Rabu Mulai Awal April Menghemat BBM
Dia menyebutkan, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait penerapan kebijakan tersebut, termasuk waktu pelaksanaan.
“Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan,” jelas dia.
Meski demikian, Pemkab Jember telah menyiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipatif agar kebijakan dapat langsung diimplementasikan saat diberlakukan.
“Kami memastikan seluruh perangkat telah bersiap,” sambungnya.
OPD Diimbau Jalankan Tugas Pakai Kendaraan Bersama-sama
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, pemerintah daerah mulai melakukan efisiensi BBM di lingkungan internal. Salah satu langkah yang diambil adalah mengimbau penggunaan kendaraan dinas secara bersama bagi jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) saat menjalankan tugas kedinasan.
Kebijakan ini dinilai tidak hanya mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga memperkuat koordinasi dan komunikasi antarperangkat daerah.
Di sisi lain, sektor pendidikan juga menjadi perhatian dalam skenario kebijakan ini. Pemkab Jember melalui dinas pendidikan telah menyiapkan sistem pembelajaran yang fleksibel, baik secara luring maupun daring.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh opsi tersedia dan dapat dijalankan tanpa kendala,” jelasnya.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun.
“Baik pembelajaran luring maupun daring harus sama-sama siap,” tutur dia .
Kebijakan efisiensi energi yang tengah menjadi perhatian nasional ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak langsung terhadap konsumsi energi.
Dalam konteks tersebut, penerapan WFH dipandang sebagai salah satu langkah strategis dan preventif untuk menekan penggunaan energi, khususnya di sektor pemerintahan.
Baca Juga: Tanpa Open House, Pemkab Jember Gelar Kupatan Bersama Masyarakat
Pemkab Jember juga menegaskan akan terus memantau perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat dan provinsi, sembari memastikan kesiapan seluruh perangkat daerah tetap optimal.
“Kami memilih untuk tetap menunggu arahan resmi,” imbuhnya.
Namun demikian, kesiapan internal tetap menjadi fokus utama agar tidak terjadi kendala saat kebijakan mulai diterapkan.
“Sembari memastikan kesiapan di semua lini telah terbangun dengan baik,” tutup Gus Fawait. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








