• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dus-dusan Sekampung

Dus-dusan Sekampung: Warga yang tengah berendam di laut sebagai salah satu menjalankan tradisi turun temurun lokal. Foto Rochim

Dus-dusan Sekampung Usai Lebaran Ketupat, Tradisi Buang Sial Dipercaya Sembuhkan Penyakit 

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
3 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Riuh tawa warga pecah di bibir pantai Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Anak-anak hingga orang tua berbaur, berjalan beriringan menuju laut mengikuti Tradisi Dus-dusan.

Warga sekampung menuju pantai, bukan sekadar bermain air, melainkan menjalankan sebuah tradisi turun-temurun yang dipercaya dapat membuang sial dan sembuhkan penyakit.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Tradisi ini digelar sepekan setelah perayaan Lebaran Ketupat atau yang oleh warga setempat disebut “Kupatan”. Dalam momen tersebut, warga satu kampung bahkan dari desa-desa sekitar berkumpul untuk mandi bersama di laut.

Bagi mereka, dus-dusan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi sarat makna spiritual dan kearifan lokal.

Dus-dusan Sekampung
Dus-dusan Sekampung: Sebelum Dus-dusan, warga berkumpul di Halaman Masjid Syekh Asmoroqondi, bermunajat bersama seraya memohon pertolongan dan ampunan. Foto Rochim

Tarsiman, Kepala Dusun di Desa Gesikharjo menuturkan, tradisi ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan terus dijaga hingga kini. Ia menyebut, dus-dusan menjadi bagian dari rangkaian panjang perayaan Syawal di kampungnya.

“Ini tradisi tahunan setelah kupatan. Selang satu minggu, kita lanjutkan ke laut. Tujuannya sebagai penutup rangkaian sekaligus bentuk motivasi dan kebersamaan warga,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan cerita para sesepuh, mandi di laut dalam tradisi dus-dusan dipercaya mampu menghilangkan berbagai penyakit dan energi negatif. Keyakinan itu membuat masyarakat tetap setia melestarikannya, meski zaman terus berubah.

“Dari orang tua dulu, ini diyakini untuk membuang sial dan menyembuhkan penyakit. Karena itu, kami sebagai generasi penerus berusaha menjaga tradisi ini agar tidak hilang,” imbuhnya.

Dus-dusan

Menariknya, tradisi yang awalnya hanya diikuti warga satu kampung kini semakin meluas. Warga dari desa tetangga mulai ikut bergabung, menjadikan dus-dusan sebagai agenda bersama yang dinanti setiap tahun.

“Dulu hanya dari kampung sendiri. Sekarang sudah banyak dari desa sebelah ikut meramaikan. Bahkan yang datang bisa lebih dari satu kampung,” kata Tarsiman.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat setempat, Sukardi menjelaskan bahwa dus-dusan telah ada jauh sebelum dirinya lahir. Tradisi tersebut menjadi bagian dari identitas warga Dusun Gesik yang terus diwariskan lintas generasi.

“Sejak saya kecil, bahkan mungkin sebelum saya lahir, tradisi ini sudah ada. Kami hanya meneruskan apa yang sudah menjadi kebiasaan leluhur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat meyakini mandi di laut dalam momentum tersebut membawa berkah kesehatan dan umur panjang. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga.

Dus-dusan Sekampung
Dus-dusan Sekampung: Usai berdoa, warga menyantap bersama ketupat yang sengaja telah dibawa dari rumah. Foto Rochim

“Ada keyakinan bahwa dengan mandi di laut, Allah memberikan kesehatan dan umur panjang, sehingga bisa kembali bertemu di tahun berikutnya,” jelas Sukardi.

Rangkaian dus-dusan sendiri diawali dengan kegiatan kumpul bersama di halaman masjid Syekh Asmoroqondi di pagi hari. Warga kemudian melakukan doa bersama sebelum berangkat menuju pantai. Setelah itu, mereka berjalan bersama-sama menuju laut dan berendam secara serentak.

Tradisi dus-dusan menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih hidup di tengah masyarakat. Di balik kesederhanaannya, tersimpan nilai kebersamaan, spiritualitas, dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang terus dijaga hingga kini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Muchamad Abdurrochim

Editor: Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
biskuit

Merek Biskuit Paling Populer di Indonesia Selama 2026

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID