JEMBER,Tugujatim.id – Haul ke-50 Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid atau lebih dikenal Habib Sholeh Tanggul, tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia, memadati kawasan acara haul yang berlokasi di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember sejak beberapa hari terakhir.
Lonjakan jumlah pengunjung ini memicu perputaran ekonomi di berbagai sektor, mulai dari transportasi, penginapan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Banyak pedagang musiman memanfaatkan momen ini untuk meraih keuntungan, termasuk Haris (45), perajin songkok asal Bogor yang rutin datang setiap tahun.

“Kami datang bersama rombongan membawa satu mobil penuh berisi stok peci, sorban, dan sarung. Niat utamanya tentu berziarah dan ngalap berkah, namun alhamdulillah dagangan juga laku keras,” ujar Haris pada Sabtu (4/4/2026).
Ia mengaku penjualan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Produk yang ditawarkan pun cukup beragam, dengan harga peci mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu, serta sorban dan sarung di kisaran Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu.
Tidak hanya pedagang dari luar daerah, pelaku usaha lainnya juga merasakan dampak serupa. Suyitno, penjual pigura ulama asal Purbalingga, mengaku kewalahan memenuhi permintaan pembeli dalam dua hari terakhir.
“Alhamdulillah, tahun ini omzet kami naik signifikan. Pembeli didominasi oleh jemaah dari luar daerah yang ingin membawa kenang-kenangan,” kata Suyitno.
Dampak Ekonomi Meluas hingga Warga Lokal
Efek ekonomi dari kegiatan haul ini juga dirasakan langsung oleh warga setempat. Ida (55), pedagang es dan cilok di sekitar lokasi, menyebut pendapatannya meningkat drastis selama acara berlangsung.
“Alhamdulillah. Kalau hari biasa biasanya dapat Rp 300 ribu, di momen haul seperti ini bisa mencapai Rp 1 juta per hari,” ungkap Ida.
Menurutnya, cuaca yang cukup panas turut mendorong tingginya permintaan minuman segar dari para jemaah yang memadati area acara.

Sementara itu, Camat Tanggul, Fariqul Mashudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran kegiatan. Ia juga mengingatkan para jemaah agar tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia.
“Kami memohon kepada seluruh jemaah untuk mengikuti arahan petugas dan panitia. Mohon kendaraan diparkir di kantong-kantong yang sudah disediakan agar tidak memicu kemacetan panjang,” imbaunya.
Rangkaian Haul Habib Sholeh Tanggul diketahui berlangsung selama dua hari, dimulai pada Sabtu (4/4/2025) pukul 15.00 WIB hingga Minggu (5/4/2025).
Sejak hari pertama, kegiatan diisi dengan sejumlah agenda keagamaan yang diikuti para jemaah dengan khidmat.
Pembukaan acara diawali dengan Khotmil Qur’an, dilanjutkan pembacaan tahlil serta Rotibul Haddad.
Selain itu, jemaah juga mengikuti pembacaan kitab Manhajus Sawi dan sejumlah kitab salaf lainnya yang menjadi bagian dari tradisi keilmuan dalam peringatan haul tersebut.
Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan berlanjut dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Para jemaah kemudian melaksanakan ziarah kubur sebelum mengikuti tausiyah yang disampaikan para habaib dan kiai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M. Imron Fauzi/ Kontributor
Editor: Darmadi Sasongko








