TUBAN, Tugujatim.id – PMI Tuban tak lagi didominasi pekerja domestik, tetapi sudah merambah bidang konstruksi hingga perhotelan di berbagai negara tujuan.
Perkembangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini menjadi sinyal bahwa bekerja ke luar negeri tidak lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan strategi untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, Rohman Ubaid, menyebut meningkatnya minat masyarakat menjadi PMI dipicu oleh keinginan memperoleh pekerjaan yang lebih layak dalam waktu cepat.
“Diperkirakan karena mereka termotivasi untuk segera mendapatkan pekerjaan, sehingga muncul keinginan mencari peluang kerja di luar negeri,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 344 warga Tuban berangkat sebagai PMI ke berbagai negara. Dari jumlah tersebut, 154 orang diberangkatkan melalui skema private to private (P2P) lewat Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), sementara 190 lainnya melalui jalur mandiri maupun program government to government (G2G).
Memasuki tahun 2026, tren tersebut masih berlanjut. Hingga akhir Februari, setidaknya 22 calon PMI tengah dalam proses pemberangkatan, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap peluang kerja di luar negeri.
Sebelum diberangkatkan, para calon PMI wajib melalui serangkaian tahapan persiapan. Mulai dari pelatihan keterampilan, pembekalan bahasa, hingga kesiapan fisik dan mental. Hal ini dilakukan agar mereka mampu bersaing di pasar kerja global sekaligus meminimalisir risiko selama bekerja.
Di sisi lain, peta negara tujuan juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya Malaysia menjadi destinasi utama, kini mulai bergeser ke negara seperti Taiwan, Hong Kong, Turki, hingga Arab Saudi.
Perubahan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan di negara tujuan, termasuk adanya moratorium di beberapa sektor di Malaysia, meski saat ini sebagian sektor seperti perkebunan dan asisten rumah tangga mulai dibuka kembali.
Tak hanya itu, jenis pekerjaan yang diminati juga semakin beragam. PMI asal Tuban kini tidak lagi terfokus pada pekerjaan rumah tangga, tetapi mulai masuk ke sektor konstruksi dan perhotelan yang dinilai memiliki peluang pengembangan keterampilan lebih luas.
“Sekarang mulai bergeser, tidak hanya sektor domestik, tapi juga ke konstruksi dan perhotelan,” jelas Ubaid.
Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Disnakerin menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada para PMI. Pengawasan dilakukan secara ketat, terutama terkait kelengkapan dokumen dan keamanan negara tujuan.
“Kami memiliki kewenangan pengendalian. Kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk bekerja ke negara yang sedang dalam kondisi konflik,” tegasnya.
Dengan penguatan kompetensi dan perlindungan yang berkelanjutan, Pemkab Tuban berharap keberangkatan PMI tidak hanya menjadi solusi ekonomi jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








