JOMBANG, Tugujatim.id – Pelajar SMK masih 14 Tahun asal Jombang masuk UNAIR jalur SNBP.
Saat teman sebayanya rata-rata masih duduk di bangku SMP, Alvira Nur Azizah berhasil lolos sebagai mahasiswa kampus ternama di Indonesia.
Yup, Alvira baru saja diterima sebagai mahasiswa program studi S1 Farmasi di Universitas Airlangga (UNAIR) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Saat diterima, usianya baru menginjak 14 tahun 7 bulan.
Siswi kelas XII Farmasi Industri di SMK NU 01 Jogoroto tersebut mengaku tidak menyangka bisa lolos SNBP di salah satu kampus ternama dalam negeri.
“Kaget, tetapi Alhamdulillah senang banget karena bisa diterima di UNAIR,” kata Alvira, Rabu (8/4/2026).
Dirinya mengaku memilih S1 Farmasi karena kemauannya sendiri dan linear dengan jurusan yang ia tempuh di sekolah. Pihak sekolah hanya membantu mengarahkan dan mengisi data-data yang diperlukan, seperti nilai rapor.
“Saya memilih UNAIR karena jurusan Farmasi di kampus ini termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia,” tutur dia.
Kedua orang tuanya juga terkejut tetapi sekaligus bangga anaknya bisa lolos SNBP. Bahkan, pihak sekolah pun tidak menyangka bahwa salah satu siswi mereka ini bisa masuk UNAIR.
“Saat mengecek pengumuman, saya mengirim WhatsApp ke guru BK (Bimbingan Konseling), bilang kalau diterima. Beliau juga kaget,” sambungnya sambil tersenyum.
Tanpa Program Akselerasi, Kenyamanan Belajar Jadi Kunci
Yang menarik, Alvira lolos di usia yang masih terbilang belia bukan karena ia mengikuti program akselerasi. Namun, ia memang sudah mulai bersekolah sejak usianya masih sangat dini.
“Dulu masuknya TK dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) memang masih usia dini. Sebenarnya pihak sekolah juga bingung mau menerima saya atau tidak, tetapi ada pertimbangan kalau sekiranya tidak mampu, nanti bisa diulang,” cerita dia.
Dalam perjalanannya, Alvira justru sanggup menempuh seluruh jenjang pendidikan dengan lancar. Ia tidak diminta untuk mengulang kelas seperti pertimbangan di awal. Bahkan, Alvira sempat mewakili sekolahnya dalam ajang KSM Matematika.
“Saya memang rutin belajar, biasanya malam hari sehabis salat Magrib, mengambil poin-poin penting dari materi, dipelajari, kemudian dihapalkan,” katanya.
Selama menempuh jurusan Farmasi Industri di SMK NU 01 Jogoroto, Alvira mengatakan ia memang lebih menguasai mata pelajaran produktif yang mengarah ke Farmasi, termasuk Dasar-Dasar Kefarmasian dan Farmakologi.
“Selama SMK, saya juga tidak pernah mengikuti kegiatan bimbingan belajar atau les,” lanjut dia.
Menurut dia, kenyamanan dalam belajar lebih penting daripada kuantitas. Kenyamanan dalam belajar bisa menjadi salah satu kunci sukses meraih prestasi.
“Saya sendiri sudah nyaman di Farmasi, jadi saya menekuni (bidang) itu,” tutur gadis kelahiran Agustus 2011 tersebut.
Sebagai anak semata wayang, Alvira tidak menampik sedikit nervous menghadapi dunia perkuliahan yang tentu saja sangat berbeda dengan lingkungan sekolah. Meski demikian, ia tetap bertekad untuk terus maju, salah satunya untuk membanggakan sekaligus membahagiakan orang tuanya.
“Setelah lulus kuliah, saya bercita-cita untuk menjadi seorang apoteker,” pungkas Alvira.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Anang Panca Kurniawan/Kontributor
Editor: Darmadi Sasongko








