SURABAYA, Tugujatim.id – Wakil pimpinan DPRD Surabaya Arif Fathoni mendukung langkah pemkot yang berencana menjual kendaraan dinas berbahan bakar fosil sebagai bagian dari upaya efisiensi sekaligus mendorong transformasi menuju penggunaan kendaraan listrik di Surabaya.
Menurut Fathoni, kebijakan tersebut sejalan dengan semangat efisiensi energi yang saat ini digaungkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperbaiki kualitas udara perkotaan di masa depan.
Baca Juga: Cegah Praktik Pungli, DPRD Surabaya Respons Penerapan Voucher Parkir Tekan Kebocoran PAD
“Saya pikir itu kebijakan yang bagus ya, di tengah semangat efisiensi yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Fathoni pada Rabu (15/04/2026).
Politikus dari Partai Golkar ini berharap kendaraan operasional berbahan bakar fosil yang dijual nantinya dapat digantikan secara bertahap dengan armada baru berbasis listrik, baik mobil operasional pemerintah, truk pengangkut sampah, maupun bus layanan publik.
“Makanya saya berharap setelah kendaraan operasional yang berbahan bakar fosil itu dijual kepada masyarakat, ke depan saya berharap pemerintah kota setiap mengalokasikan pembelian armada baru, entah itu mobil operasional, truk pengangkut sampah, maupun bus, semuanya sudah harus berbahan bakar listrik,” ujarnya.
Pemerintah Jadi Pelopor Perubahan ke Transportasi Ramah Lingkungan
Fathoni menilai transformasi menuju kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga menjadi contoh konkret bagi masyarakat bahwa pemerintah hadir sebagai pelopor perubahan menuju transportasi ramah lingkungan.
“Agar memberikan teladan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kota Surabaya sudah melakukan transformasi kebijakan, di samping menunaikan semangat presiden soal efisiensi energi, itu juga ke depan memberikan ruang udara yang lebih bagus dibandingkan kondisi udara Surabaya hari ini,” katanya.
Dia optimistis penggunaan kendaraan listrik secara menyeluruh di lingkungan pemerintah daerah akan berkontribusi terhadap kualitas udara yang lebih baik.
“Kalau kemudian seluruh armada pemerintah kota itu sudah berbahan bakar listrik, maka ruang udara kita akan biru di masa-masa yang akan datang,” tuturnya.
Selain itu, langkah tersebut dinilai memiliki efek edukatif bagi masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan kendaraan ramah lingkungan, baik listrik maupun hybrid.
“Dan mudah-mudahan itu juga mengedukasi masyarakat tentang kendaraan yang ramah lingkungan, baik berbahan bakar listrik maupun yang hybrid seperti itu,” tambahnya.
Fathoni juga menekankan pentingnya dukungan ekosistem kendaraan listrik, terutama ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) agar percepatan adopsi kendaraan listrik berjalan optimal.
Baca Juga: Sasar 8.000 Siswa, DPRD Surabaya Minta Matangkan Rencana Beasiswa PAUD-TK
Menurut dia, saat ini jumlah SPKLU di Surabaya masih terbatas sehingga perlu dukungan lebih besar dari produsen otomotif dan pemangku kepentingan terkait.
“Yang paling penting itu kan bagaimana pemerintah kota mendorong pabrikan-pabrikan yang menjual produknya di Surabaya itu untuk menciptakan ekosistem teknologi EV sendiri, mulai dari memperbanyak SPKLU-nya dan lain-lain,” ujarnya.
Dia berharap meningkatnya penggunaan kendaraan listrik oleh pemerintah kota dan masyarakat dapat mendorong produsen otomotif memperluas infrastruktur pendukung secara lebih merata.
“Kondisi di Surabaya hari ini itu kan SPKLU-nya masih terbatas. Nah dengan banyaknya masyarakat maupun pemerintah kota yang bertransformasi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik, saya berharap pabrikan itu juga mendukung ekosistemnya dengan menyediakan SPKLU yang gampang dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Fathoni. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati






