Tugujatim.id – Kesuksesan diraih Suhartatik setelah dinobatkan sebagai Top Agent nomor satu Chatour Travel untuk musim 1447 Hijriah. Pencapaian tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras dan konsistensi sejak dia bergabung dengan Chatour Travel pada Juni 2024.
Perempuan yang juga bekerja sebagai pedagang pecah belah itu berhasil memberangkatkan 193 jemaah umrah dalam satu periode. Jumlah tersebut mengantarkannya ke posisi tertinggi, setelah pada tahun sebelumnya hanya menempati peringkat kedua.
Baca Juga: Di Balik Perjalanan Suci, Ini Peran Vital Tour Leader Umrah Chatour Travel
Meski meraih prestasi puncak, Suhartatik mengaku belum merasa puas dengan capaian yang diraih. Dia justru menjadikan hasil tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja di masa mendatang.
“Masih kurang, target kami harus tambah semangat, dan jangan merasa puas,” katanya pada Sabtu (18/04/2026) setelah dinobatkan sebagai agent dengan perolehan jemaah terbanyak, menyingkirkan 300 lebih agent Chatour Travel.
Dia bahkan telah memasang target yang lebih besar untuk tahun berikutnya.
“Target saya seribu,” ucapnya kepada Tugu Jatim di sela acara meeting agent di kantor Chatour Travel di area Icon Mall Gresik.
Menurut dia, kunci utama dalam mencapai kesuksesan adalah membangun pola pikir yang kuat serta keyakinan terhadap tujuan yang ingin dicapai.
“Buka mindset kita, yakin kalau kita sudah niat kuat, terus kita harus mensugesti pikiran dan meyakinkan diri dulu, jadi semangatnya tambah lagi,” ujarnya.
Strategi Jemput Bola hingga Live Online
Dalam menjalankan perannya sebagai agen perjalanan umrah, Suhartatik mengandalkan strategi pemasaran yang aktif, baik secara langsung maupun melalui live di media digital. Dia memanfaatkan waktu luang untuk melakukan siaran langsung dan promosi kepada calon jemaah.
“Kami sebagai pensiar Baitullah, live secara online, kalau secara offline ada brosur, ada jalan kami kasih banner,” ungkapnya.
Kegiatan promosi melalui live streaming dilakukan secara rutin, mulai sepulang dari pasar hingga sekitar jam 12 siang, serta dilanjutkan kembali setelah salat Isya. Konsistensi ini menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilannya dalam menjaring jemaah.

Selain itu, lingkungan pasar tempat dia berdagang juga menjadi ladang promosi yang efektif. Dia mengaku banyak jemaah yang berasal dari interaksi sehari-hari di pasar.
“Jadi media di pasar itu saya jadikan syiar, dan jemaah saya banyak yang dari pasar,” katanya.
Setiap bertemu orang, dia selalu membagikan brosur sekaligus menjelaskan informasi terkait paket umrah, mulai dari harga hingga jadwal keberangkatan. Selain itu, promosi juga berlangsung mulut ke mulut, berdasarkan testimoni jemaah yang pernah berangkat.
“Banyak jemaah yang bercerita (testimoni Chatour Travel), ini loh murah,” ujarnya.
Di balik keberhasilannya, Suhartatik juga menekankan pentingnya nilai spiritual, termasuk sedekah sebagai bagian dari ikhtiar.
“Jadi, dengan niat yang kuat, ikhtiar semampunya dan sedekah Insyaa Allah hasilnya akan mengikuti apa yang kita korbankan,” kata Suhartatik.
Dia menyimpulkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga ketulusan niat dan konsistensi dalam berusaha.
“Kalau mau sukses, satu dengan niat yang bersungguh-sungguh, kedua ikhtiar yang bersungguh-sungguh, ketiga infak,” ucapnya.
Pelajaran Penting setelah Dia Bangkrut
Pada 2017 silam, perempuan asal Pamekasan, Madura, ini adalah seorang yang mengejar harta dunia terlalu keras.
“Dulu saya pokoknya duniawi banget, apa saja saya bisniskan,” katanya.
Hingga akhirnya musibah itu datang. Ada banyak peserta arisan yang dikoordinatori oleh Suhartatik kabur satu per satu.
”Pokoknya saya bangkut hingga punya utang satu miliar rupiah,” katanya.
Baca Juga: DP Mulai Rp1 Juta, Chatour Travel Hadirkan Kemudahan Umrah dan Haji di Islamic Travel Expo
Karena bangkrut inilah, dia menjual beberapa asetnya dan ikut salah satu travel umroh untuk menjadi agen. Pada 2024, dia pindah ke Chatour Travel.
“Alhamdulillah utang saya lunas, bisa belikan anak rumah, pokoknya berkah bergabung dengan Chatour Travel ini,” katanya.
Karena musibah yang pernah dialami itu, dia kini lebih pasrah kepada Allah SWT. Meskipun untuk urusan ikhtiar tetap dia lakukan dengan kerja keras.
“Pokoknya semua karena Allah SWT, seperti jadi agent travel ini, perbanyak strateginya, kalau Allah tidak mengizinkan, tidak akan terjadi. Pokoknya semua karena Allah. Mari kita niatkan syiar Baitullah ini agar semakin banyak orang Islam yang ke Baitullah dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








