JEMBER, Tugujatim.id – Tugas verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin kategori Desil 1 di Kabupaten Jember menjadi sorotan publik setelah beredar video viral ASN jatuh di media sosial. Dalam video yang diunggah di grup Facebook Info Warga Jember Official, tampak sejumlah ASN Jember mengalami kesulitan saat menjalankan tugas di wilayah pelosok dengan medan ekstrem.
Dalam rekaman tersebut, beberapa ASN Jember yang perempuan terlihat terjatuh saat menuju lokasi survei. Salah satu di antaranya bahkan merekam kondisinya sambil menangis dan meminta pertolongan.
Baca Juga: Data Kemiskinan di Jember Bermasalah, Gus Fawait Turunkan ASN Cek Kondisi Warga
“Saya jatuh Gus (Fawait), gimana ini Gus, tolong Gus, ya Allah semoga sembuh ya Allah,” ucap seorang perempuan dalam video tersebut.
Video lain juga memperlihatkan seorang ASN pria yang memilih berjalan kaki karena kondisi jalan yang terjal dan berbatu sehingga tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda dua.
“Saya memilih berjalan takut, ini bukan suvey namanya, survival,” ungkapnya.

Program verval ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember untuk memastikan akurasi data kemiskinan. Sebanyak sekitar 22 ribu ASN Jember dikerahkan guna memverifikasi sekitar 97 ribu warga miskin. Setiap ASN mendapat tanggung jawab mendata tiga hingga lima warga, bahkan sebagian ditugaskan di luar wilayah domisilinya.
Tanggapan Bupati Jember soal Tujuan Program Tersebut
Menanggapi kegaduhan dan keluhan para ASN, Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan memperbarui data, tetapi juga membangun kepekaan sosial ASN terhadap kondisi masyarakat di lapangan.
“Data yang valid akan memastikan setiap program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Namun lebih dari itu, kami ingin ASN memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap kondisi masyarakat,” kata Fawait.
Dia menambahkan, pengalaman turun langsung ke lapangan diharapkan dapat mengubah cara pandang ASN agar tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga berorientasi pada pelayanan publik yang lebih humanis.

Sementara itu, Camat Sumberbaru Mohamad Faridj Wadjdi menilai keterlibatan langsung ASN menjadi langkah penting untuk memahami kondisi riil warga. Menurut dia, selama ini data kemiskinan sering kali hanya dipahami sebatas angka tanpa melihat kondisi nyata di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, ASN tidak hanya memastikan data akurat, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya pada Senin (20/04/2026).
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Raih Penghargaan PWI Jatim Award 2026
Pelaksanaan verval dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 24 April 2026 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Kegiatan ini dilakukan di luar jam kerja, seperti setelah jam kantor maupun saat hari libur, dengan kewajiban pelaporan mandiri oleh setiap ASN.
Pemerintah Kabupaten Jember berharap program ini mampu menghasilkan data kemiskinan yang lebih akurat sekaligus membentuk karakter ASN yang lebih peka, responsif, dan memiliki komitmen tinggi dalam melayani masyarakat, meski dihadapkan pada tantangan medan yang berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








