BANYUWANGI, Tugujatim.id – Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi menjadi fenomena api biru yang cuma ada dua di dunia. Fenomena yang memikat wisatawan di Jawa Timur ini hanya terlihat malam hari akibat pembakaran gas sulfur vulkanik.
Ribuan pendaki datang menyaksikan keajaiban langka ini di kawah seluas 36 kilometer persegi. Danau asam terbesar dunia menambah pesonanya saat fajar menyingsing.
Baca Juga: Menyusuri Keindahan Api Biru Kawah Ijen Banyuwangi
Fenomena Jadi Magnet Utama Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi
Selain Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi, fenomena satunya lagi berada di Ethiopia. Banyak pengunjung memuji keunikan api biru akibat belerang panas ini sebagai daya tarik utama. Pengunjung dengan akun Agus Sudharnoko menyorot soal pengalaman langkanya yang menguji fisik sekaligus memukau mata.
“Blue fire, api biru akibat belerang yang sangat panas, juga hanya ada 2 tempat di dunia. Yaitu di Indonesia dan Fiji. Bagiku naik ke tempat ini adalah untuk menguji fisik, selain memotret,” ujar Agus Sudharnoko.
Sedangkan akun Sutarno, mengatakan, penambang belerang trek setiap hari lewati api biru.
“Fenomena api biru di Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi luar biasa, cuma 2 di dunia. Penambang belerang angkut beban 90 kg demi mata pencaharian,” kata Sutarno, penambang 52 tahun dari Licin.
Latar Belakang Geologi dan Tantangan di Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi
Salah satu pengunjung dengan akun Suta Wijaya melalui ulasan Google Review yang dikutip pada Jumat (24/04/2026) menyampaikan kekagumannya terhadap panorama Kawah Ijen, bagian dari Kompleks Gunung Api Ijen yang telah aktif selama ribuan tahun.
Dia menyebut pendakian ke sana memang penuh tantangan, tetapi pemandangan di puncak benar-benar membalas segala perjuangan untuk mencapainya. Suta juga menyarankan destinasi ini untuk berbagai kalangan, mulai dari pendaki pemula hingga rombongan keluarga.
“Pendakiannya cukup menantang tapi setiap langkah sepadan. Begitu sampai di puncak, panoramanya menakjubkan! Angin sejuk, udara segar, dan rasa lega. Recommended banget!” seru Suta Wijaya.
Api biru optimal beroperasi pukul 23.00-03.00 WIB saat langit gelap. Cuaca dingin 2-5 derajat tambah ujian fisik. PVMBG pantau erupsi kecil terus-menerus.
Baca Juga: Wisata Kawah Ijen Banyuwangi, Destinasi Eksotis Sajikan Blue Fire Hanya Ada Dua di Dunia
Fasilitas Pendukung dan Tips Wisata Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi
Pengunjung lain dengan akun Kota Seni pada ulasan Google Review yang dikutip pada Jumat (24/04/2026) mengatakan, di Kawah Ijen tidak hanya untuk mendaki profesional tetapi juga cocok untuk wisata santai keluarga. Ulasannya menekankan kesesuaiannya sebagai rekreasi alam santai. Lokasi ini jadi favorit rekreasi akhir pekan.
“Tempat pendakian yang cocok untuk pemula sekaligus tempat rekreasi alam yang cocok untuk keluarga,” tulis Kota Seni.
Infrastruktur kini punya pos kesehatan dan shelter. Tiket domestik Rp15.000, asing Rp150.000. Sedangkan parkir muat 500 kendaraan di Paltuding.
Fenomena api biru yang cuma 2 di dunia ini jadikan Kawah Ijen ikon Jawa Timur. Ekowisata masa depan jaga alam dan kesejahteraan warga. Destinasi ini siap sambut jutaan pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Albertus Deo/Magang
Editor: Dwi Lindawati








