• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Solidaritas Jurnalis di Malang Kecam Tindakan Represif Aparat Lewat Aksi Diam

Solidaritas Jurnalis Malang Raya Anti Kekerasan di Alun-Alun Tugu Kota Malang. (Foto: Ulul Azmy)

Solidaritas Jurnalis di Malang Kecam Tindakan Represif Aparat Lewat Aksi Diam

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Penolakan disahkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law membuat pergolakan massa di sejumlah daerah. Di Malang, aksi penolakannya juga berujung ricuh. Dalam peristiwa ini, setidaknya ratusan demonstran disebutkan mendapat tindak kekerasan. Hal serupa juga dialami para jurnalis. Prihatin bahwa tindakan represif ini masih terus berulang, Solidaritas Jurnalis Malang Raya Anti Kekerasan menggelar aksi protes dengan diam di Alun-Alun Tugu Malang, pada Senin (19/10/2020).

Simbol diam diwujudkan melalui boneka manekin. Artinya, produk hukum dan UU Pers sudah ada sedemikian rupa sehingga tidak perlu ada lagi yang diperdebatkan.

You might also like

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM
Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM

Baca Juga: Libur Panjang, Tito Minta Warga di Zona Merah untuk Beres-Beres Rumah Saja

Mereka mengecam aksi petugas pengamanan yang represif terhadap jurnalis yang juga sedang bertugas. Polisi disebutkan masih bertindak arogan dengan menghalang-halangi kerja jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang. Padahal, jurnalis juga dilengkapi dengan tanda pengenal.

Hasil dari pendataan dan verifikasi Solidaritas Jurnalis Malang Raya, sedikitnya tercatat ada 15 jurnalis mengalami kekerasan fisik dan kekerasan verbal yang dilakukan aparat. Kekerasan berupa pemukulan, perampasan alat kerja, penghapusan paksa karya jurnalistik (foto dan video), sampai intimidasi secara verbal.

“Kami memprotes keras tindakan represi pihak keamanan saat aksi unjuk rasa Omnibus Law beberapa waktu lalu. Tak hanya aksi represif kepada rekan-rekan jurnalis, tetapi juga kepada semua orang yang ikut dalam aksi,” tegas Koordinator Solidaritas Jurnalis Malang Raya, Zainul Arifin.

Zainul menambahkan, agar Polri perlu pertimbangan khusus dalam menerapkan SOP penanganan massa agar tidak ada lagi kejadian terulang menimpa para jurnalis.

Baca Juga: Jokowi: Vaksinasi Corona Jangan Dipelintir dan Jadi Pemicu Demo Seperti UU Cipta Kerja

Kejadian ini, tambah dia, bahkan tidak hanya berlangsung sekali, namun terus terjadi berulang.

“Ini adalah preseden buruk yang terus terulang. Tuntutannya jelas, agar kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan ini serta memberikan pemahaman kepada personelnya mengerti UU Pers,” terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta perusahaan media untuk bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan jurnalis serta memberikan pendampingan hukum jika jurnalisnya mengalami kekerasan.

“Kami juga tetap mengimbau pada teman-teman untuk tetap patuh terhadap UU Pers, sehingga tidak perlu takut untuk melapor ketika terjadi tindak kekerasaan terhadap dirinya,” tandasnya.

Dalam aksi ini, merupakan aksi gabungan yang terdiri dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya. (azm/zya/gg)

Tags: jurnalisKota MalangMalangwartawan
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Next Post
Jokowi ratas antisipasi corona libur panjang akhir Oktober dan membahas harga vaksin corona.

Vaksin Corona Tidak Gratis Seluruhnya, Ada yang Harus Bayar Mandiri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID