SURABAYA, Tugujatim.id – DPRD Surabaya kini tengah fokus pada revitalisasi sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Pahlawan. Sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi, revitalisasi pasar tradisional harus memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.
Dengan kondisi pasar yang nyaman tentu makin banyak masyarakat yang akan berbelanja. Hal tersebut juga berdampak langsung terhadap pemasukan pada pedagang yang tentunya bertambah.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, salah satu pasar yang tengah direvitalisasi saat ini adalah Pasar Keputran. Dalam prosesnya, dia ingin proses revitalisasi tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan semata, tetapi harus mencakup penataan kawasan, kebersihan, sanitasi, hingga pengaturan sirkulasi pengunjung juga harus menjadi perhatian utama dalam proses pembangunan.
Baca Juga: Semangat Efisiensi, DPRD Surabaya Dukung Penjualan Mobil Dinas Percepat Transisi Kendaraan Listrik
“Pasar Keputran ini salah satu pusat perdagangan penting di Surabaya. Kalau direvitalisasi harus sekalian bagus, tertata, bersih, dan nyaman,” ujar Baktiono pada Jumat (15/05/2026).
Baktiono menambahkan, DPRD Surabaya menilai Pasar Keputran memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan baik, terlebih letaknya yang sangat strategis di tengah Kota Surabaya.
Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, dia mengatakan, Pasar Keputran juga bisa dikembangkan menjadi pasar tradisional modern dan menjadi contoh bagi pasar di wilayah lain.

Politikus senior PDI Perjuangan itu meminta pembangunan dilakukan secara serius dan tidak setengah-setengah agar hasil revitalisasi dapat berdampak jangka panjang bagi perekonomian masyarakat.
“Selain bangunan, pentingnya juga penataan area pedagang, sistem drainase, pengolahan limbah, serta pengaturan akses kendaraan keluar masuk kawasan pasar,” tambahnya.
DPRD Surabaya Minta Tempat Relokasi Jangan Ganggu Kegiatan Pedagang
Selama proses revitalisasi, DPRD Surabaya meminta pemerintah kota (pemkot) memperhatikan relokasi para pedagang. Tempat relokasi sementara jangan sampai mengganggu kegiatan para pedagang dalam mencari nafkah.
“Pemerintah Kota Surabaya memastikan tahapan revitalisasi berjalan jelas dan terukur. Hal itu penting agar pedagang tidak terlalu lama menempati lokasi sementara,” tuturnya.
Baca Juga: Cegah Praktik Pungli, DPRD Surabaya Respons Penerapan Voucher Parkir Tekan Kebocoran PAD
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pasar Surya Agus Priyo menyampaikan, revitalisasi Pasar Keputran tidak hanya mencakup perbaikan fisik, tetapi juga penataan area pedagang basah dan kering, peningkatan fasilitas sanitasi, hingga pembangunan sarana pendukung lainnya agar aktivitas perdagangan lebih tertata.
Pemerintah berharap pembenahan tersebut dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah pesatnya perkembangan pusat perbelanjaan modern di Surabaya.
“Revitalisasi Pasar Keputran Selatan ditargetkan rampung pada 2026,” pungkas Agus. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Husni Habib
Editor: Dwi Lindawati








