MALANG, Tugujatim.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Organisasi Olahraga Domino (ORADO) Jawa Timur mengapresiasi gelaran kompetisi Domino Demokrasi 2026 yang dihelat di Pendopo Kabupaten Malang, Sabtu (16/05/2026).
Kompetisi bertajuk “Mengasah Kecerdasan Berpikir dan Strategi” itu mempertemukan puluhan tim dari unsur forkopimda, partai partai, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum dalam satu arena olahraga rekreasi yang kini mulai berkembang sebagai cabang olahraga resmi di bawah naungan KONI.
Baca Juga: Domino Demokrasi 2026 di Malang, Ajang Adu Strategi yang Satukan Forkopimda dan Masyarakat
Ketua Pengprov ORADO Jatim Mahendra Abdillah Kamil menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut. Dia menilai, kompetisi yang digagas Times Indonesia dan Tugu Jatim itu menjadi langkah positif dalam mengenalkan olahraga domino kepada masyarakat luas.
“Kami dari Pengprov ORADO Jatim mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini,” kata Mahendra.
Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan kebersamaan dan sportivitas di tengah masyarakat. Mahendra mengapresiasi konsep kompetisi yang menggabungkan olahraga domino dengan semangat demokrasi.
Dia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi ruang silaturahmi lintas elemen masyarakat. Dia menambahkan, domino kini mulai berkembang sebagai olahraga alternatif yang diminati berbagai kalangan.
Karena itu, event seperti Domino Demokrasi 2026 dinilai penting untuk terus digelar secara berkelanjutan.
“Semoga kegiatan kali ini dapat mempererat tali silaturahmi, memperkuat demokrasi, hingga menjadikan domino sebagai salah satu olahraga alternatif yang dicintai masyarakat,” ungkapnya.
Optimis Event Jadi Agenda Tahunan
Mahendra menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan Domino Demokrasi 2026. Dia optimistis kegiatan tersebut mampu menjadi agenda tahunan yang semakin meriah dan diminati masyarakat Malang Raya.
“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Kompetisi Domino Demokrasi tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Malang,” kata Mahendra.
Kehadiran dan keterlibatan Forkopimda Malang Raya kian menguatkan optimisme event ini. Dengan konsep yang santai namun kompetitif, Domino Demokrasi 2026 diharapkan menjadi event yang mampu mempererat kebersamaan dan penguatan sinergi lintas elemen di Malang Raya sekaligus menghadirkan hiburan baru yang positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Domino Demokrasi 2026 Adhitya Hendra mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan kompetisi permainan domino, tetapi juga menjadi simbol pendekatan baru dalam membangun demokrasi yang lebih cair, inklusif, dan berkeadaban.
“Demokrasi tidak selalu harus dibangun di ruang formal. Justru melalui ruang ruang santai seperti ini, komunikasi bisa lebih terbuka, lebih jujur, dan lebih membangun kepercayaan,” ujarnya.
Kompetisi Domino Demokrasi 2026 yang diinisiasi melalui sinergi Times Indonesia dan Tugu Jatim itu telah didukung oleh berbagai pihak. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Malang, KONI Kota Malang, Lapas Kelas I Malang, Ocean Garden, Ini Baru Sport (Gajah Baru), AFR, hingga Esto Coffee.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








