MALANG, Tugujatim.id – Kompetisi Domino Demokrasi 2026 dipastikan akan menyedot perhatian masyarakat Malang Raya. Event yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Merdeka Timur, Kota Malang, Sabtu (16/5/2026) itu tak sekadar menjadi ajang adu strategi, tapi juga ruang mempererat kebersamaan lintas elemen.
Puluhan tim dari unsur Forkopimda Plus, partai politik, organisasi masyarakat hingga warga umum akan mengambil bagian dalam kompetisi domino bertajuk “Mengasah Kecerdasan Berpikir dan Strategi” tersebut. Suasana santai namun kompetitif dapat diprediksi mempengaruhi kinerja.
Ketua Umum KONI Kota Malang, Djoni Sudjatmoko, menyebut mendukung penuh pelaksanaan Domino Demokrasi 2026. Menurutnya, event seperti ini mampu menghadirkan energi positif sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Acara ini sangat menarik dan kami sangat mendukung. Di tengah kondisi saat ini, kegiatan seperti ini memang perlu digencarkan, termasuk di bidang olahraga karena bisa berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Rabu (13/05/2026).
Tak hanya memberi dukungan, KONI Kota Malang juga dipastikan mengirimkan tim untuk ikut bertanding dalam kompetisi tersebut. Djoni menilai olahraga domino kini mulai mendapat tempat di hati masyarakat, terutama setelah resmi masuk sebagai cabang olahraga di bawah naungan KONI.

Baca Juga : Asah Kecerdasan Berpikir, Pemkot Malang Dukung Kompetisi Domino Demokrasi 2026
Menurutnya, kehadiran event Domino Demokrasi 2026 bisa menjadi sarana pelatihan atlet sekaligus memperluas pengembangan olahraga rekreasi di Malang Raya.
“Domino sekarang sudah resmi menjadi cabor baru di KONI. Harapannya, bakat-bakat atlet domino bisa muncul melalui event seperti ini,” tegasnya.
Djoni juga menanggapi stigma domino yang selama ini sering dikaitkan dengan aktivitas perjudian. Ia menilai masyarakat saat ini semakin memahami perbedaan antara olahraga domino dan aktivitas judi.
“Kalau soal stigma domino itu judi, sekarang masyarakat sudah semakin paham. Justru yang berbahaya sekarang marak lewat judi online,” katanya.
Ia memastikan kompetisi yang diadakan secara resmi jauh dari perjudian. Oleh karena itu, masyarakat diminta melihat domino sebagai olahraga strategi dan kecerdasan berpikir.
Keterlibatan Forkopimda Malang Raya dalam event ini pun dinilai semakin memperkuat semangat kebersamaan. Konsep yang dikemas santai diharapkan mampu menciptakan komunikasi yang lebih cair antar elemen masyarakat.
Ketua Pelaksana Domino Demokrasi 2026, Adhitya Hendra, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi permainan domino, tetapi juga menjadi simbol pendekatan baru dalam membangun demokrasi yang lebih inklusif dan berkeadaban.
“Demokrasi tidak selalu harus dibangun di ruang formal. Lewat ruang santai seperti ini, komunikasi bisa lebih terbuka, lebih jujur, dan mampu membangun kepercayaan,” ujarnya.
Domino Demokrasi 2026 diinisiasi melalui sinergi Times Indonesia dan Tugu Jatim. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai Pemerintah Kabupaten Malang, KONI Kota Malang, Lapas Kelas I Malang, BNI, Ocean Garden, Ini Baru Sport (Gajah Baru), AFR hingga Esto Coffee.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: M. Sholeh
Editor: Mochamad Abdurrochim








