MALANG, Tugujatim.id – Partai Gerindra Kota Malang dukung Kompetisi Domino Demokrasi 2026 yang akan digelar di Pendopo Kabupaten Malang pada 16 Mei 2026 mendatang. Ajang tersebut dinilai bukan sekadar kompetisi permainan domino sebagai olahraga kecerdasan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dalam membangun demokrasi yang lebih cair, inklusif dan berkeadaban.
Kompetisi yang digagas Times Indonesia dan Tugu Jatim itu mengusung tajuk “Mengasah Kecerdasan dalam Harmoni Demokrasi”. Kompetisi ini bakal diramaikan ratusan peserta dari kalangan partai partai dan Forkopimda se-Malang Raya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo mengatakan bahwa selain aspek olahraga dan hiburan, kompetisi ini memiliki nilai edukasi politik yang menarik. Konsep kegiatan yang dikemas santai dan nonformal itu dinilai mampu menghadirkan komunikasi politik yang lebih cair dan tidak membosankan.
Menurutnya, masyarakat selama ini cenderung jenuh dengan dinamika politik yang identik dengan momentum lima tahunan. Untuk itu, pendekatan nonformal melalui kegiatan olahraga kecerdasan berpikir itu dianggap lebih efektif untuk membangun kedekatan lintas partai dan lintas instansi.
“Event seperti ini sangat bagus untuk cara berkomunikasi yang ringan, baik komunikasi sosial maupun politik. Sehingga orang juga tidak jenuh karena dikemas lebih santai,” ungkapnya.
Baca Juga : Asah Kecerdasan Berpikir, Pemkot Malang Dukung Kompetisi Domino Demokrasi 2026
Ia menambahkan, kegiatan ini dapat menjadi ruang mempererat hubungan sosial sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih terbuka antar partai dan Forkopimda di Malang Raya. Dengan begitu, edukasi politik bisa dilakukan tanpa harus terkesan formal maupun kaku.

Lebih jauh, Danny menyebut bahwa kompetisi domino tersebut layak mendapat dukungan. Sebab olahraga tersebut kini juga telah resmi masuk sebagai cabang olahraga (cabor) baru di bawah KONI. Menurutnya, hal itu menjadi momentum penting untuk mengangkat permainan domino ke arah yang lebih profesional.
“Fraksi Gerindra Kota Malang sangat mendukung event tersebut. Domino ini kan memang baru tercatat sebagai cabor, khususnya di Kota Malang dan sudah masuk KONI,” kata dia.
Ia menilai permainan domino sebenarnya sudah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sejak lama. Mulai dari permainan di pos ronda hingga kegiatan berkumpul saat malam hari, domino menjadi hiburan lintas generasi yang cukup populer.
Untuk itu, Kompetisi Domino Demokrasi 2026 dianggap sebagai wadah positif untuk menggaungkan nama cabor baru tersebut. Dia juga optimis kompetisi ini akan sukses dan mendapat animo besar dari berbagai elemen masyarakat.
“Zaman dahulu di pos pos ronda sampai hajatan itu biasanya bermain domino. Sekarang kalau ada cabornya dan disalurkan secara profesional, tentu ini sangat bagus,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Mochamad Abdurrochim








