BLITAR, Tugujatim.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar terus mendalami kasus ledakan balon udara berisi petasan yang memakan korban jiwa di Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari. Berdasarkan hasil penyelidikan awal kasus balon udara di Blitar, petasan yang jadi pemicu ledakan maut tersebut diduga kuat dibeli secara daring melalui platform media sosial.
Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Margono Suhendra mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi informasi awal mengenai sumber petasan yang dibawa oleh para korban.
“Info awal pesan melalui TikTok,” kata AKP Margono Suhendra saat dikonfirmasi Tugujatim.id melalui pesan singkat, Rabu (27/05/2026).
Baca Juga: Tragedi Ledakan Maut Mercon Balon Udara di Blitar: 1 Pemuda Tewas, 2 Anak-Anak Luka Bakar
Polisi Sementara Periksa Dua Saksi
Hingga saat ini, dia mengatakan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi detail dan siapa saja yang terlibat dalam pembuatan serta penerbangan balon udara maut tersebut.
“Baru dua saksi (yang diperiksa). Warga sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.
Meski sudah memeriksa saksi, kepolisian belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. Margono menegaskan bahwa status kasus balon udara di Blitar ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Selain itu, petugas di lapangan masih memberikan ruang bagi keluarga korban karena ada korban yang masih di bawah umur.
Prioritaskan Pemulihan Korban
Satreskrim Polres Blitar menyatakan saat ini prioritas utama adalah memastikan para korban selamat mendapatkan perawatan medis yang maksimal. Diketahui, dua dari tiga korban merupakan anak-anak yang kini tengah dirawat intensif di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

“Masih penyelidikan, karena korban kami fokuskan untuk tindakan medis dulu mengingat masih anak-anak,” imbuhnya.
Pihaknya memastikan proses hukum akan tetap berjalan seiring dengan pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi yang lebih lengkap.
Diberitakan sebelumnya, sebuah balon udara tanpa awak yang membawa rentengan petasan meledak di tengah persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (27/05/2026). Petasan meledak saat warga melaksanakan salat Iduladha sekitar pukul 06.30 WIB.
Insiden tragis ini bermula ketika para korban mencoba mendekati balon yang gagal mengudara untuk memastikan kondisi petasan yang tidak kunjung meledak. Tapi, nahas mercon tersebut justru meledak secara tiba-tiba dan mengenai mereka.
Akibat kejadian ini, satu orang pemuda berinisial I, 23, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis, sementara dua anak lainnya masing-masing berusia 11 dan 12 tahun, mengalami luka bakar serius di bagian wajah dan lengan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Moch. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati








