MALANG, Tugujatim.id – Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Prof Dr Sudi Dul Aji MSi resmi dikukuhkan menjadi guru besar bidang Teknologi dan Inovasi Pembelajaran Fisika di Aula Sarwakirti Unikama, Sabtu (06/06/2026). Suasana pengukuhan rektor Unikama berlangsung penuh khidmat dan haru.
Acara bersejarah itu dihadiri jajaran akademisi, pimpinan perguruan tinggi, hingga tamu undangan dari berbagai daerah, baik secara langsung maupun virtual. Mulai dari Kepala LL DIKTI Wilayah VII Jatim, Stafsus Kemendikti Santek, pimpinan PPLP PT PGRI Malang, hingga para rektor berbagai perguruan tinggi Jatim.
Perjalanan akademik Rektor Unikama Prof Sudi Dul Aji selama bertahun-tahun menekuni riset pengembangan media pembelajaran dan integrasi teknologi dalam pendidikan mengantarkannya menjadi guru besar.
Dia menyoroti perubahan besar dalam dunia pendidikan akibat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam orasi ilmiahnya berjudul “Navigasi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Fisika: Integrasi AI-Specific TPACK dan Transformasi di Era Digital”.
Dia mengatakan, AI kini bukan lagi sekadar konsep masa depan, melainkan telah hadir nyata melalui berbagai platform pembelajaran adaptif, tutor cerdas, hingga sistem evaluasi otomatis. Di balik peluang besar tersebut, masih banyak pendidik yang menghadapi tantangan dalam memahami dan mengintegrasikan teknologi AI secara efektif di ruang kelas.
Prof Sudi menjelaskan, pembelajaran fisika jadi salah satu bidang yang sangat membutuhkan inovasi teknologi karena banyak konsep di dalamnya bersifat abstrak dan sulit divisualisasikan. Kehadiran AI dinilai mampu membantu menghadirkan simulasi interaktif, eksperimen virtual, serta visualisasi konsep kompleks agar lebih mudah dipahami peserta didik.
“AI dapat membuat pembelajaran fisika menjadi lebih menarik, lebih kontekstual, dan lebih sesuai dengan kebutuhan siswa,” ujarnya di hadapan peserta sidang senat terbuka itu.
Dia mencontohkan penggunaan simulasi berbasis AI yang memungkinkan siswa melihat perubahan gerak parabola secara real-time hanya dengan mengubah parameter tertentu.

Dalam paparannya, Prof Sudi juga memperkenalkan konsep AI-Specific TPACK, sebuah pengembangan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan integrasi AI di dunia pendidikan. Menurut dia, guru masa depan tidak cukup hanya memahami teknologi, tetapi juga harus mampu menghubungkannya dengan strategi pembelajaran dan kebutuhan materi ajar.
Pemaparan riset dalam orasi ilmiahnya melibatkan 725 guru dari berbagai daerah se-Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan mayoritas guru sebenarnya telah memiliki kemampuan pedagogi dan penguasaan materi yang baik, namun masih menghadapi kesenjangan ketika harus mengintegrasikan AI secara menyeluruh dalam proses pembelajaran.
Meski demikian, temuan menarik muncul dari sisi sikap para guru terhadap teknologi. Prof Sudi mengungkapkan sebagian besar guru menunjukkan optimisme tinggi terhadap penggunaan AI, terutama karena dinilai mampu membantu proses evaluasi, pembelajaran adaptif, hingga mengurangi beban administratif.
Tidak hanya itu, penelitian tersebut juga mematahkan stigma mengenai usia dan kemampuan teknologi. Guru senior justru ditemukan memiliki sikap lebih positif terhadap adopsi AI karena melihat teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus mendukung pendekatan pembelajaran yang lebih personal.
Berdasarkan hasil riset tersebut, Prof Sudi menekankan pentingnya transformasi kebijakan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat digital, tetapi juga memperkuat aspek pedagogi, etika penggunaan AI, serta peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Menutup orasi ilmiahnya, Prof Sudi mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi berkembang, peran guru tetap tidak dapat tergantikan.
“Kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat. Dalam pendidikan, teknologi dapat membantu menjelaskan banyak hal, tetapi hanya guru yang dapat menginspirasi manusia untuk terus belajar dan mencari kebenaran,” tutupnya disambut tepuk tangan riuh audien Aula Sarwakirti Unikama. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








