Tugujatim.id – Pembahasan mengenai kebiasaan minum teh saat makan ramai dibicarakan setelah muncul dalam salah satu episode kanal YouTube Suara Berkelas bertajuk “Ngobrol Bareng Dokter Gen Z Yang Bikin Kamu Lebih Tahan Terhadap Penyakit”.
Dalam episode tersebut, dr Ikhsan hadir sebagai bintang tamu dan membahas sejumlah kebiasaan sehari-hari yang ternyata memiliki dampak pada kesehatan tubuh.
Salah satu yang menarik perhatian adalah penjelasannya tentang minum teh saat makan. Dia menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan karena dapat memengaruhi penyerapan nutrisi, khususnya zat besi.
Baca Juga: Kebun Teh Gunung Gambir Jember: Menikmati Teh Ditemani Keindahan Alamnya
Menurut dr Ikhsan, teh mengandung senyawa yang disebut tanin. Zat ini dapat mengikat zat besi yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Jika teh diminum bersamaan dengan makanan, proses penyerapan zat besi di dalam tubuh bisa menjadi kurang optimal.
Padahal, zat besi merupakan nutrisi penting yang banyak terdapat pada makanan seperti daging, sayuran hijau, serta berbagai sumber protein lainnya. Ketika penyerapannya terganggu, tubuh tidak dapat memanfaatkan nutrisi tersebut secara maksimal.
Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok tertentu yang membutuhkan asupan zat besi lebih tinggi. Misalnya orang dengan riwayat anemia, ibu hamil, maupun perempuan yang sedang mengalami menstruasi. Pada kondisi tersebut, zat besi berperan penting untuk membantu menjaga kadar hemoglobin dalam tubuh.
Lantas, Kapan Waktu yang Tepat untuk Minum Teh?
Dalam perbincangan tersebut, dr Ikhsan menyarankan agar memberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan sebelum mengonsumsi teh. Dengan memberi waktu jeda, tubuh memiliki kesempatan untuk menyerap nutrisi dari makanan terlebih dahulu tanpa terganggu oleh kandungan tanin.
Sebagai alternatif saat makan, dia menyarankan untuk memilih air putih atau minuman yang mengandung vitamin C. Vitamin C diketahui dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.
Air putih sendiri sering dianggap sebagai minuman yang sederhana, namun manfaatnya bagi kesehatan sangat besar. Melansir dari Harvard Health Publishing, konsumsi air putih yang cukup dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal serta mendukung proses penurunan berat badan.
Baca Juga: Keindahan Kebun Teh Gunung Gambir Jember Jadi Destinasi Wajib Dikunjungi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum sekitar delapan gelas air setiap hari dapat menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal berikutnya. Selain itu, kebiasaan minum sekitar enam gelas air per hari juga dikaitkan dengan potensi penurunan berat badan.
Sejumlah penelitian lain juga menyebutkan bahwa meningkatkan konsumsi air putih dapat membantu mencegah migrain, infeksi saluran kemih, serta membantu mengontrol kondisi seperti diabetes dan tekanan darah rendah.
Karena itu, membiasakan diri untuk minum air putih saat makan bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan dengan lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nabila Eka S/Magang
Editor: Dwi Lindawati








