MALANG, Tugujatim.id – Tradisi Gebyar Ritual 1 Suro di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, kembali digelar setelah sempat vakum sejak pandemi Covid-19. Ribuan warga turut memeriahkan rangkaian tradisi 1 Suro Gunung Kawi yang mencapai puncaknya pada Selasa (16/06/2026) melalui kirab budaya, penyekaran agung, hingga prosesi pembakaran Buto Sengkolo.
Sekitar 1.000 warga Desa Wonosari terlibat sebagai peserta kirab budaya. Mereka mengenakan busana adat dan mengarak tumpeng menuju kawasan Pesarean Gunung Kawi sebagai simbol rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur.
Baca Juga: 22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu
Ketua Panitia Gebyar Ritual 1 Suro Gunung Kawi 2026 Muji Rukun Santoso mengatakan, peserta kirab berasal dari lima kontingen yang terdiri dari satu kontingen desa dan empat kontingen dusun, yakni Dusun Sumbersari, Pijiombo, Kampung Baru, dan Dusun Wonosari.
“Tahun ini kami mengambil tema Penyekaran Agung, yaitu penyekaran ke makam beliau Mbah Djugo dan Mbah Raden Imam Soedjono,” kata Muji yang juga menjabat sebagai kepala Dusun Wonosari.
Peserta Berangkat dari Terminal Wonosari
Kirab budaya menempuh rute sekitar satu kilometer. Peserta diberangkatkan dari Terminal Wonosari menuju arah selatan, kemudian berbelok ke timur. Setelah memasuki kawasan Pesarean Gunung Kawi, rombongan kembali berbelok ke utara dan melintasi Klenteng Kwan Im sebelum berakhir di area pesarean.
Usai kirab, peserta melaksanakan prosesi penyekaran dengan membawa tumpeng sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Panitia juga menyiapkan gunungan hasil bumi yang berisi aneka buah-buahan untuk dibagikan kepada masyarakat setelah prosesi doa dan ikrar selesai dilaksanakan.

“Ini bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Setelah diikrarkan nanti buah-buahan itu akan dibagikan kepada masyarakat,” ujar Muji.
Menurut dia, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum kebangkitan kembali tradisi yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Wonosari. Sebelum pandemi, festival tersebut telah rutin digelar selama sekitar satu dekade.

“Setelah itu kena Covid dan kegiatan ini sempat terhenti. Ini baru kami akan memulai lagi,” ungkapnya.
Baca Juga: Sambut Bulan Suro, SH Terate Tuban Imbau Anggotanya Jaga Ketertiban dan Hindari Konvoi
Selain kirab budaya, berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan rangkaian Gebyar Ritual 1 Suro 2026. Sejak Sabtu (13/06/2026), para pemuda Desa Wonosari telah menampilkan kesenian bantengan, tari topeng, jaranan, tari Sekar Kawi, hingga ritual ruwatan Buto Sengkolo.
Kembalinya Gebyar Ritual 1 Suro di Gunung Kawi diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi yang dimiliki Kabupaten Malang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








