SURABAYA, Tugujatim.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melayangkan ancaman terhadap kinerja ASN dan pejabat publik di tiga kecamatan, yakni Sukomanunggal, Semampir, dan Sawahan, setelah menemukan berbagai persoalan saat inspeksi mendadak (sidak) di lapangan. Temuan tersebut meliputi penumpukan sampah, kemacetan di kawasan pasar, hingga maraknya parkir liar yang dinilai tidak tertangani dengan baik oleh aparat wilayah.
“Jabatan struktural ini bukan untuk tidur nyenyak di malam hari. Kalau mau tidur nyenyak seperti juragan, ya jangan pernah jadi pejabat. Ketika anda mengambil jabatan ini, maka waktu, jiwa, dan pemikiran anda harus didedikasikan penuh,” kata Eri, Jumat, (26/06/2026).
Himbauan tegas ini disampaikan usai dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga dini hari dan menemukan sejumlah wilayah yang dinilai belum tertangani dengan baik tanpa kehadiran pejabat setempat.
Contoh di Kecamatan Sukomanunggal, dirinya menemukan permasalahan sampah dan pasar tumpah, lalu di kecamatan Semampir dirinya tidak menemukan pejabat seperti lurah dan camat saat terjadi kemacetan parah di daerah pasar, kemudian di kecamatan Sawahan Eri masih menemukan banyaknya parkir liar di area Pasar Blauran.
Baca Juga : 16 Titik Masih Tergenang Banjir Surabaya, Eri Cahyadi Minta Maaf Akui Kecolongan Hujan Deras saat Kemarau
“Saya instruksikan Inspektorat untuk memeriksa mereka. Kita lihat kinerjanya selama ini apa? Nanti dari hasil pemeriksaan Inspektorat, akan kita tindak lanjuti, kalau rekomendasinya diturunkan atau dicopot dari jabatannya, ya langsung saya copot,” tambahnya.
Pemeriksaan Juga Akan Dilakukan Kepada Pejabat daru Wilayah Lain
Lebih lanjut, tidak hanya wilayah kecamatan Sukomanunggal, Semampir dan Sawahan saja yang akan diperiksa oleh inspektorat, kata mantan Kepala Bapedda Kota Surabaya ini, tetapi juga terdapat sekitar tiga hingga lima pejabat wilayah lainnya yang juga akan menjalani pemeriksaan.

“Ada kejadian di lapangan, saya telepon dan panggil, mereka tidak ada. Kalau yang tiga kecamatan tadi kita tunggu hasil Inspektorat, karena mereka masih datang meski tidak memberi solusi,” paparnya.
Eri Cahyadi menekankan,pentingnya kolaborasi antara pejabat daerah dalam melayani dan menjaga aset publik. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan uang rakyat beralih fungsi, dan dipergunakan dengan tidak semestinya.
Khusus pejabat struktural dirinya akan rutin melakukam evaluasi setiap enam bulan sekali. Apabila target yang ditetapkan tidak tercapai, ia meminta para pejabat memiliki kesiapan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
“Kota ini akan berjalan baik kalau sistem birokrasinya berjalan sebagai satu keluarga besar, bukan menonjolkan ego dinas masing-masing,” pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Husni Habib
Editor: Mochamad Abdurrochim








