• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga telur.

Ratusan kilogram telur ayam ras diobral murah seharga Rp20.000 per kg oleh para peternak UMKM lokal di depan Kantor Bupati Blitar, Senin (29/06/2026). (Foto: M. Luki Azhari/Tugu Jatim)

Harga Telur di Blitar Anjlok, Peternak Sebut Jeda MBG dan Permainan Tengkulak Jadi Biang Kerok

Dwi Linda by Dwi Linda
2 hours ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BLITAR, Tugujatim.id – Melimpahnya produksi telur ayam di Kabupaten Blitar yang mencapai 1.500 ton per hari kini menjadi buah simalakama bagi para peternak UMKM lokal. Mandeknya serapan pasar nasional ditambah panjangnya rantai distribusi dinilai menjadi pemicu anjloknya harga telur di tingkat kandang hingga menyentuh angka kritis Rp15.600 per kilogram.

Kondisi tersebut memicu aksi darurat dari para peternak yang menggelar obral telur murah seharga Rp20.000 per kilogram di depan Kantor Bupati (Kankab) Blitar, Senin (29/06/2026).

You might also like

Harga telur.

Wagub Jatim Janji Kawal Stabilitas Harga Telur, Peternak Diminta Tak Khawatir

29/06/2026 10:28 PM
Juanda.

Update Kasus ASN Bangkalan Tewas di Juanda, Kuasa Hukum Minta Publik Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

29/06/2026 8:01 PM

Baca Juga: Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

Salah seorang peternak, Suyanto mengatakan, aksi dengan mengerahkan 10 armada pikap, di mana setiap armada membawa 2 hingga 3 kuintal telur, menjadi bentuk inisiatif mandiri untuk memotong jalur distribusi yang terlalu timpang.

“Kami sebagai peternak pengen mendekat ke masyarakat. Karena kemarin harga telur turun sampai Rp15.600 per kg. Kami pengen ngangkat ke atas. Sementara harga jualnya itu masih Rp24.000-Rp25.000 per kg, jaraknya terlalu jauh. Kami inisiatif untuk langsung ke masyarakat, kasih harga yang pantas buat masyarakat yaitu Rp20 ribu,” ujarnya kepada TuguJatim.id.

Gerakan Serentak Peternak demi Pangkas Jarak Harga

Langkah nekat langsung ke konsumen ini diakui peternak sudah berjalan selama seminggu terakhir di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Blitar, Kediri, Tulungagung, hingga Malang. Gerakan serentak tersebut perlahan mulai mengatrol harga kandang yang awalnya terpuruk di kisaran Rp15.800 hingga Rp16.200, kini merangkak naik ke angka Rp17.500 per kilogram.

“Insyaa Allah, kami peternak UMKM belajar bagaimana produksi telur, dan gimana jual telur itu sendiri. Agar supaya tidak terlalu jauh antara produksi di kandang dengan harga di pasar,” imbuhnya.

Jeda Program MBG dan Celah Permainan “Middleman”

Di balik aksi tersebut, Suyanto membeberkan potret buram tata niaga telur yang saat ini menjepit peternak dalam tiga persoalan sekaligus.

Faktor pertama yang paling terasa adalah berhentinya serapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama tiga minggu terakhir akibat masa libur sekolah. Padahal, program tersebut sejatinya hanya menyerap sekitar 3 persen dari total pasokan yang ada.

“Penyebabnya ada tiga. Pertama, serapan MBG yang serap 3 persen berhenti selama libur. Itu pun 3 persen sedikit sekali, dengan catatan kalau seluruh SPPG menyerap telur untuk MBG. Nah, jadi kalau produksinya telur Blitar Raya untuk MBG nasional, cukup untuk 1 minggu per hari,” bebernya.

Baca Juga: Blitar Surplus 450 Ton Telur Per Hari, Bupati Singgung Serapan Program Nasional Belum Optimal

Persoalan itu diperparah oleh faktor kedua, yakni terjadinya over populasi ayam petelur yang memicu kelebihan produksi (over supply) hingga 20 persen dari kondisi normal. Berdasarkan data terakhir, populasi ayam petelur di Kabupaten Blitar saat ini telah mencapai 39 juta ekor. Akibatnya, pasokan telur meluber di tingkat lokal karena peternak kesulitan melempar barang ke pasar luar daerah.

“Lalu, over populasi yang jadi masalah, karena peternak ga bisa jual telur karena over populasi. Yang ketiga karena middleman, jadi bakul ini mengambil untung terlalu jauh. Jadi kita rentangnya kejauhan,” jelasnya.

Faktor rantai niaga dari tengkulak atau bakul (middleman) itulah yang menjadi poin ketiga. Meski di tingkat peternak harga dihargai sangat rendah, harga di konsumen justru tetap stabil tinggi di angka Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram dan tetap laris manis di pasaran.

Desak Pemerintah Batasi Kuota Budidaya Ayam

Menyikapi kondisi kelebihan pasokan ini, para peternak menilai solusi jangka pendek seperti pasar murah tidak akan bertahan lama dalam menstabilkan harga pasaran.

Suyanto meminta pemerintah segera turun tangan mengambil kebijakan tegas untuk membatasi kuota budidaya demi menyelamatkan keberlangsungan UMKM peternak petelur di Blitar Raya.

“Penyebabnya karena kita ada over suplai atau over produksi. Harapan kita ada pembatasan budidaya. Ada pembatasan budidaya. Karena budidaya kita berlebih, produksi kita ini di angka 20 persen dari biasanya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M. Luki Azhari

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Blitar hari iniHarga telur di BlitarHarga telur di Blitar turunKabupaten Blitar hari iniPenurunan harga telur di BlitarProduksi telur di Blitar
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Harga telur.

Wagub Jatim Janji Kawal Stabilitas Harga Telur, Peternak Diminta Tak Khawatir

by Dwi Linda
29/06/2026 10:28 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ratusan peternak gelar aksi di depan Gedung DPRD Jatim, Surabaya, efek harga telur di bawah harga acuan...

Juanda.

Update Kasus ASN Bangkalan Tewas di Juanda, Kuasa Hukum Minta Publik Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

by Dwi Linda
29/06/2026 8:01 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kuasa hukum keluarga aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS, 51, yang ditemukan tewas di...

Blitar.

Bentang Kain 100 Meter, Massa di Blitar Desak Evaluasi Total MBG dan Soroti Monopoli Supplier

by Dwi Linda
29/06/2026 6:01 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar dipenuhi massa aksi yang membentangkan kain putih sepanjang...

Sidoarjo.

Ribuan Massa Aksi Damai Dukung MBG, Wabup Sidoarjo Sebut 19 SPPG Disuspensi Jadi Kewenangan Pusat

by Dwi Linda
29/06/2026 3:00 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan massa menggelar aksi damai di Sidoarjo, Senin siang (29/06/2026), untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Sekolah Rakyat.

1.000 Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat selama 5 Hari, Fokus Latih Hidup Mandiri di Asrama

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID