MOJOKERTO, Tugujatim.id – Menikmati waktu liburan tidak harus selalu mengeluarkan biaya besar saat berkunjung ke Kabupaten Mojokerto. Sebab, ada banyak pilihan wisata gratis Mojokerto yang menawarkan pengalaman rekreasi menarik dengan biaya yang sangat terjangkau, bahkan beberapa di antaranya dapat dinikmati tanpa tiket masuk.
Mulai dari ruang terbuka hijau, kawasan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit, hingga wisata alam dengan panorama yang menenangkan, semuanya cocok menjadi destinasi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Mulai dari Alun-Alun Wiraraja, Taman Benteng Pancasila, Kampung Batik Sekar Mojo, Pendopo Agung Trowulan, Candi Tikus dan Candi Brahu, Kali Kromong, Alas Soko, Dam Payung Jabung, Waduk Tanjungan, dan Ranu Manduro.
Baca Juga: Wisata Pacet Mojokerto: 12 Destinasi Alam Favorit untuk Healing dan Liburan Keluarga
Deretan Wisata Gratis Mojokerto yang Layak Dikunjungi
Selain mudah dijangkau, tempat-tempat tersebut juga menawarkan suasana yang berbeda. Ada yang cocok untuk bersantai di tengah kota, mempelajari sejarah, hingga menikmati udara segar di kawasan pedesaan. Dengan biaya yang minim, wisatawan tetap dapat memperoleh pengalaman liburan yang berkesan.
1. Alun-Alun Wiraraja Mojokerto
Alun-Alun Wiraraja menjadi salah satu ikon Kota Mojokerto sekaligus destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu luang. Kawasan ini memiliki ruang terbuka yang luas dengan tugu bermotif lingga yoni setinggi sekitar 45 meter sebagai landmark utama.
Berbagai fasilitas seperti lintasan jogging, taman bermain anak, area duduk, hingga ruang terbuka untuk bersantai menjadikan alun-alun selalu ramai, terutama pada sore hingga malam hari. Kehadiran pedagang kuliner di sekitar kawasan juga menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana kota sambil mencicipi aneka makanan.
Lokasi: Jalan Veteran, Kelurahan Mergelo, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
2. Taman Benteng Pancasila
Taman Benteng Pancasila atau Benpas merupakan ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Mojokerto. Area tamannya tertata rapi dengan pepohonan rindang yang menghadirkan suasana sejuk dan nyaman.
Selain dimanfaatkan sebagai tempat berolahraga, taman ini juga sering menjadi lokasi penyelenggaraan pertunjukan seni, acara komunitas, maupun kegiatan masyarakat lainnya. Di sekeliling taman terdapat banyak pedagang kuliner sehingga pengunjung dapat menikmati suasana sore sambil berburu makanan khas Mojokerto.
Lokasi: Jalan Benteng Pancasila, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
3. Kampung Batik Sekar Mojo
Bagi wisatawan yang tertarik dengan budaya lokal, Kampung Batik Sekar Mojo menawarkan pengalaman wisata edukatif yang menarik. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan batik khas Mojokerto, mulai dari menggambar motif, proses pencantingan, hingga pewarnaan kain.
Selain memperkenalkan kekayaan budaya daerah, tempat ini juga menjadi wadah bagi para perajin lokal untuk melestarikan tradisi membatik. Wisatawan dapat melihat seluruh proses tersebut tanpa dikenakan biaya masuk, sedangkan pembelian hasil kerajinan bersifat sukarela.
Lokasi: Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
4. Pendopo Agung Trowulan
Pendopo Agung Trowulan merupakan salah satu destinasi bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan kejayaan Kerajaan Majapahit. Bangunan ini dipercaya sebagai simbol penghormatan terhadap Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.
Suasana kawasan yang tenang dengan nuansa arsitektur tradisional Jawa membuat tempat ini cocok dijadikan lokasi wisata edukasi. Banyak wisatawan datang untuk mengenal lebih dekat sejarah Majapahit sekaligus menikmati lingkungan yang masih asri.
Lokasi: Jalan Pendopo Agung, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
5. Candi Tikus dan Candi Brahu
Kawasan Trowulan juga menyimpan dua situs bersejarah yang selalu menjadi tujuan wisata, yakni Candi Tikus dan Candi Brahu. Candi Tikus dikenal sebagai bangunan petirtaan peninggalan Majapahit dengan struktur unik menyerupai kolam pemandian kuno.
Sementara itu, Candi Brahu merupakan salah satu candi tertua di kawasan Trowulan yang hingga kini masih berdiri kokoh sebagai saksi perkembangan peradaban Majapahit. Untuk menikmati kedua situs tersebut, pengunjung umumnya hanya dikenakan biaya parkir kendaraan sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000.
Lokasi Candi Tikus: Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Lokasi Candi Brahu: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
6. Kali Kromong
Kali Kromong menjadi salah satu destinasi alam yang cukup populer di kawasan Pacet. Sungai ini memiliki aliran air yang jernih dengan suasana yang masih alami karena dikelilingi pepohonan hijau dan bebatuan besar.
Banyak wisatawan datang untuk bermain air, menikmati udara pegunungan, maupun sekadar bersantai di tepi sungai. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan kepada pengunjung, sehingga hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan.
Lokasi: Kawasan Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
7. Alas Soko Pacet
Alas Soko menghadirkan suasana alam yang masih terjaga dengan hamparan pepohonan serta aliran sungai yang mengalir jernih. Destinasi ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan jauh dari keramaian perkotaan.
Selain berjalan menyusuri kawasan hutan, pengunjung juga dapat menikmati udara yang sejuk sambil mendengarkan suara aliran air yang menenangkan. Karena belum terlalu ramai, suasana alami di Alas Soko masih sangat terasa.
Lokasi: Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
8. Dam Payung Jabung
Dam Payung Jabung menawarkan panorama bendungan yang dipadukan dengan aliran sungai berbatu serta lingkungan pedesaan yang masih asri. Tempat ini mulai banyak dikunjungi masyarakat sebagai lokasi bersantai bersama keluarga maupun teman.
Suasana yang tenang dengan udara segar menjadikan kawasan ini cocok untuk piknik sederhana atau sekadar menikmati pemandangan alam tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Lokasi: Desa Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
9. Waduk Tanjungan
Waduk Tanjungan menghadirkan pemandangan perairan yang luas dengan latar area persawahan dan pepohonan hijau. Suasana yang relatif tenang membuat waduk ini sering dijadikan tempat memancing, menikmati matahari terbenam, maupun bersantai bersama keluarga.
Keasrian lingkungan sekitar menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
Lokasi: Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
10. Ranu Manduro
Ranu Manduro menjadi salah satu destinasi wisata yang sempat viral karena memiliki lanskap yang unik. Kawasan bekas penambangan batu ini berubah menjadi hamparan padang rumput hijau dengan bebatuan kapur berukuran besar yang menciptakan panorama menyerupai savana.
Keindahan alamnya semakin memikat ketika musim hujan tiba karena rumput tumbuh lebih lebat dan berwarna hijau segar. Kondisi tersebut membuat Ranu Manduro menjadi lokasi favorit bagi pencinta fotografi maupun wisatawan yang ingin menikmati panorama alam terbuka. Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk, hanya membayar biaya parkir yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Lokasi: Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Pelengkapan Lalin Jalur Pacet-Cangar Mojokerto Ditambah Demi Tekan Angka Kecelakaan
Liburan Menyenangkan Tak Selalu Mahal
Beragam pilihan wisata gratis Mojokerto membuktikan bahwa liburan berkualitas tidak selalu identik dengan biaya yang besar. Mulai dari ruang terbuka hijau di tengah kota, situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit, hingga destinasi alam yang menawarkan udara sejuk dan panorama memikat, semuanya dapat dinikmati dengan biaya yang sangat terjangkau.
Dengan akses yang mudah serta fasilitas yang terus berkembang, destinasi-destinasi tersebut layak menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan. Selain memberikan pengalaman rekreasi yang menyenangkan, berbagai tempat tersebut juga memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Mojokerto. Jadi, dari deretan wisata gratis Mojokerto di atas, destinasi mana yang paling ingin Anda kunjungi terlebih dahulu?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Annisa Syalsyavia/Magang
Editor: Dwi Lindawati







