MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kuliah umum bertajuk Arah Kebijakan Riset Nasional dalam Mendukung Pembangunan Daerah yang Berdampak di Graha Rektorat Lantai 9 UM, Jumat (03/07/2026). Kegiatan yang menghadirkan Kepala BRIN Prof Dr Arif Satria SP MSi itu menjadi wadah penyelarasan arah riset nasional sekaligus ditandai dengan perpanjangan kerja sama program magang talenta riset antara UM dan BRIN.
Kuliah umum tersebut diikuti dosen secara daring, sementara jajaran pimpinan universitas dan fakultas hadir secara luring.
Dalam paparannya, Kepala BRIN Prof Dr Arif Satria SP MSi menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang mampu menghasilkan inovasi berdampak bagi masyarakat, industri, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Dia juga memaparkan arah kebijakan riset nasional menuju Indonesia Emas 2045, mulai dari penguatan hilirisasi hasil penelitian, pengembangan science technopark, Rumah Inovasi Indonesia dan Rumah Inovasi Daerah, hingga berbagai skema pendanaan dan pengembangan talenta riset nasional.
BRIN Dorong Hilirisasi Riset untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Dalam kuliah umumnya, Arif Satria menegaskan bahwa tantangan terbesar riset Indonesia saat ini adalah mempercepat keterhubungan antara hasil penelitian dengan kebutuhan industri. Menurut dia, riset tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi harus mampu mendorong industrialisasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Komponen yang paling penting adalah bagaimana mempercepat keterkaitan research dengan kebutuhan industri agar bisa berdampak pada industrialisasi,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, BRIN mendorong perguruan tinggi membangun science technopark sebagai jembatan antara kampus dan industri. Dengan begitu, inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat dihilirisasi menjadi produk maupun teknologi yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi.

Selain itu, BRIN tengah menyiapkan peluncuran Rumah Inovasi Indonesia pada September mendatang yang kemudian akan diikuti pengembangan Rumah Inovasi Daerah di sejumlah provinsi. Program tersebut dirancang untuk mendayagunakan potensi inovasi dari perguruan tinggi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha sehingga mampu memperkuat ekonomi lokal.
“Kampus itu sumber inovasi. Yang kami harapkan adalah inovasi tersebut memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kalau ekonomi daerah kuat, maka fondasi pertumbuhan ekonomi nasional juga akan semakin kokoh,” katanya.
Arif menilai negara-negara seperti Korea Selatan dan Tiongkok mampu menjadi kekuatan teknologi dunia karena berhasil membangun keterkaitan yang kuat antara riset dan industri.
“Teknologi bisa berkembang kalau research-nya kuat. Korea dan Tiongkok bisa maju karena research mereka berdampak pada kehidupan industri. Saya yakin Indonesia juga bisa seperti itu,” tegasnya.
UM dan BRIN Selaraskan Roadmap Riset
Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama UM Prof Dr Markus Diantoro MSi mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memperoleh gambaran mengenai posisi UM dalam perspektif BRIN sekaligus menyelaraskan arah pengembangan riset kampus dengan kebijakan riset nasional.
“Tujuan acara ini adalah kami ingin mengevaluasi dan melihat dari sisi BRIN, UM itu dipandang seperti apa. Selain itu, masih banyak program BRIN yang belum kami ketahui secara rinci, sehingga kami ingin mendapatkan penjelasan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Markus, penyelarasan tersebut menjadi penting karena riset di Indonesia saat ini berada di bawah dua pemangku kepentingan utama, yakni BRIN dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Keduanya memiliki roadmap yang berbeda sehingga perguruan tinggi perlu memahami bagaimana keduanya dapat berjalan selaras. Sehingga, UM perlu ambil peran dan tetap memiliki kekuatan internal.
“Research itu bapaknya ada dua, BRIN dan Kemendiktisaintek. Roadmap-nya berbeda, sehingga perlu kami sinergikan,” katanya.
Baca Juga: Siswa SMKN 2 Malang Dibekali Teknik Pijat Bayi, FK UM Tingkatkan Nilai Profesional Lulusan
Dalam kesempatan itu, UM dan BRIN juga menandatangani perpanjangan kerja sama program magang talenta riset bagi mahasiswa jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Kerja sama sebelumnya telah berakhir pada akhir 2025 sehingga diperbarui agar mahasiswa UM tetap memiliki kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan talenta yang dimiliki BRIN.
Markus menambahkan, UM juga berencana kembali menghadirkan jajaran BRIN, kali ini dari Deputi Human Resources, untuk memberikan penjelasan lebih rinci mengenai berbagai skema pendanaan riset yang dapat dimanfaatkan dosen maupun peneliti di lingkungan kampus.

“Nanti kami akan mengundang lagi Deputi Human Resources BRIN untuk membahas lebih detail mengenai skema dan pendanaan research BRIN,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem riset nasional, BRIN bersama Kemendiktisaintek telah menyusun roadmap riset hingga 2045 yang menjadi acuan bagi peneliti di lingkungan BRIN maupun perguruan tinggi.
BRIN juga membuka berbagai skema pendanaan, kolaborasi, dan pengembangan talenta agar hasil penelitian mampu menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat, industri, serta pembangunan nasional. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Niken Sari
Editor: Dwi Lindawati







