JEMBER, Tugujatim.id – Puskesmas Jelbuk, Kabupaten Jember, terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses, termasuk penyandang disabilitas, pasien kronis, serta warga yang tinggal di wilayah terpencil.
Melalui program home care, tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah pasien untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap dapat diterima secara optimal.
Kepala Puskesmas Jelbuk Machus Rovida mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan kepada salah satu penyandang disabilitas di wilayah kerjanya.
Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 Jadikan Seni sebagai Media Edukasi Lingkungan di Jember
Kunjungan lanjutan kembali dijadwalkan pada Selasa (14/07/2026) sebagai bagian dari pemantauan kondisi kesehatan pasien.
“Pasien disabilitas yang kemarin telah kami kunjungi itu ada penanggung jawab home care,” kata Rovida, Senin (13/07/2026).
Dia memastikan tim kesehatan akan kembali mendatangi pasien tersebut guna memberikan pelayanan lanjutan.
“Besok pasien akan kita kunjungi lagi,” ujarnya.
Layanan Jemput Bola oleh Tim Puskesmas Jelbuk ke Wilayah Sulit Dijangkau
Rovida menjelaskan, penanganan penyandang disabilitas dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Untuk persoalan sosial, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas sosial, sedangkan aspek kesehatan menjadi tanggung jawab Puskesmas Jelbuk.
“Untuk pelayanan khusus penyandang disabilitas, akan koordinasi dengan dinas sosial. Tetapi yang terkait dengan penyulit kesehatannya itu menjadi tanggung jawab kami,” jelasnya.
Menurut dia, saat ini Puskesmas Jelbuk tengah mengoptimalkan pelayanan bagi kelompok masyarakat rentan, terutama pasien kronis, warga dengan keterbatasan mobilitas, serta penyandang disabilitas yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
“Yang sekarang ini sedang kami galakkan adalah untuk pasien kronis, kemudian yang sulit dijangkau, termasuk disabilitas,” katanya.
Dia menerangkan, setiap wilayah telah memiliki petugas kesehatan yang bertanggung jawab melakukan pemantauan kondisi masyarakat.
“Untuk penanganan kasus rentan, di tiap wilayah ada penanggung jawabnya, ada perawat wilayah dan bidan wilayah,” ungkap Rovida.

Apabila lokasi pasien berada di daerah yang sulit dijangkau atau tidak memungkinkan datang ke puskesmas, layanan home care akan diterjunkan untuk memberikan pelayanan langsung di rumah pasien.
“Tapi jika jangkauannya sulit, di puskesmas ada pelayanan home care. Jadi nanti petugas yang akan jemput bola mendatangi pasien yang jangkauannya jauh dari puskesmas,” ujarnya.
Rovida juga menegaskan seluruh layanan kesehatan yang diberikan Puskesmas Jelbuk, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui pelayanan lapangan, tidak dipungut biaya.
“Semua pelayanan yang ada di puskesmas maupun yang ada di wilayah kerja Puskesmas Jelbuk semuanya gratis,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan atau kepesertaannya mengalami kendala, puskesmas akan membantu mengakses layanan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
“Bagi yang tidak punya BPJS Kesehatan maupun yang punya BPJS Kesehatan namun bermasalah, semuanya kami ajukan layanan UHC,” katanya.
Berdasarkan pantauan Tugu Jatim di lapangan, tim kesehatan Puskesmas Jelbuk melakukan pelayanan ke daerah dengan akses yang cukup berat, salah satunya di Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya memeriksa pasien yang sakit, tetapi juga melakukan kunjungan kepada bayi yang mengalami stunting, ibu hamil, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa harus terkendala jarak maupun kondisi geografis. Kegiatan tersebut dijadwalkan kembali berlangsung pada Selasa (14/07/2026), dengan Tim Puskesmas Jelbuk melakukan kunjungan langsung kepada penyandang disabilitas di wilayah kerjanya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








