• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pekan Kunang-Kunang.

Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 menghadirkan kolaborasi seni, budaya, dan edukasi lingkungan sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. (Foto: dok Diskominfo Jember)

Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 Jadikan Seni sebagai Media Edukasi Lingkungan di Jember

Dwi Linda by Dwi Linda
4 hours ago
in Advertorial, Gus Fawait
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 menjadi ruang kolaborasi seni, budaya, dan edukasi lingkungan yang mempertemukan seniman, komunitas, pelajar, relawan, hingga masyarakat di Taman Nara Bestari, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Festival ini tidak hanya menghadirkan beragam pertunjukan seni, tetapi juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui pendekatan budaya.

Berbagai pertunjukan lintas disiplin ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari pameran seni rupa, instalasi artistik, musik, teater, tari, digital art, hingga pengalaman budaya berbasis lanskap. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat ruang ekspresi sekaligus membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

You might also like

Gus Ipul.

PKH dan BPNT Triwulan III Cair 20 Juli 2026, Gus Ipul Siapkan Program Pemberdayaan KPM

13/07/2026 7:23 PM
Puskesmas Jelbuk.

Jemput Bola ke Wilayah Terpencil, Puskesmas Jelbuk Jember Layani Pasien Kronis dan Disabilitas

13/07/2026 7:04 PM

Baca Juga: Pemkab Jember Perkuat Perhutanan Sosial Percepat Pengentasan Kemiskinan, Warga Sekitar Hutan Jadi Prioritas

Founder Rumah Budaya Nara Bestari Hadi Poernomo mengatakan, Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 menunjukkan bahwa keberhasilan program pemajuan kebudayaan tidak hanya diukur dari penyelenggaraan sebuah festival, tetapi juga dari proses dan dampak yang ditinggalkan.

Menurut dia, program ini berhasil membangun ruang dialog publik mengenai ekologi budaya, memperkuat kapasitas seniman dan generasi muda melalui pembinaan berkelanjutan, menghasilkan karya seni baru lintas disiplin, serta memperluas jejaring kolaborasi antara komunitas, sanggar seni, relawan, akademisi, dan masyarakat.

Selain itu, festival ini juga menghidupkan ruang publik sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus memperkenalkan model pertunjukan berbasis lanskap yang memadukan seni, ekologi, dan pendidikan budaya.

Pekan Kunang-Kunang Jember.
Masyarakat antusias melihat Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026. (Foto: dok Diskominfo Jember)

“Jember Menyala, Seribu Cahaya merupakan ajakan untuk melihat kebudayaan sebagai kekuatan yang mampu membangun kesadaran ekologis, memperkuat identitas lokal, dan menghadirkan ruang kolaborasi bagi berbagai generasi,” ujar Hadi.

Dia menambahkan, Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan menjadi lebih dari sekadar pertunjukan seni. Festival ini diharapkan menjadi instrumen pendidikan, pelestarian lingkungan, inovasi artistik, sekaligus pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.

“Ketika cahaya menjadi bahasa, seni menjadi gerakan, dan alam menjadi panggung, lahirlah sebuah pengalaman budaya yang tidak hanya dikenang sebagai sebuah festival, tetapi sebagai tonggak lahirnya ekosistem kebudayaan baru yang bertumbuh dari pengetahuan, kolaborasi, dan kecintaan terhadap alam,” katanya.

Festival Bangkitkan Kepedulian Masyarakat soal Lestarikan Lingkungan

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Rahayuningsih mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jember Arief Tyahyono mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 yang dinilai mampu membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dibangun di Jember, Gus Fawait Minta Tak Ada Lagi Anak Putus Sekolah

Dia menjelaskan, secara ilmiah kunang-kunang merupakan indikator ekosistem yang sehat karena hanya dapat hidup di lingkungan dengan kualitas udara yang baik dan minim pencemaran. Menurut dia, keberadaan kunang-kunang yang kini semakin sulit dijumpai menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Kami berharap esensi dari Pekan Kunang-Kunang ini tidak hanya berhenti sebagai perayaan seni semata, melainkan mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keaslian alam. Semoga lingkungan yang bersih dan sehat dapat kembali terwujud, sehingga kunang-kunang bisa marak lagi mewarnai malam hari di seluruh pelosok Kabupaten Jember,” pungkasnya. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniPekan Kunang-Kunang di JemberPekan Kunang-Kunang KebudayaanPekan Kunang-Kunang Kebudayaan di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Gus Ipul.

PKH dan BPNT Triwulan III Cair 20 Juli 2026, Gus Ipul Siapkan Program Pemberdayaan KPM

by Dwi Linda
13/07/2026 7:23 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan...

Puskesmas Jelbuk.

Jemput Bola ke Wilayah Terpencil, Puskesmas Jelbuk Jember Layani Pasien Kronis dan Disabilitas

by Dwi Linda
13/07/2026 7:04 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Puskesmas Jelbuk, Kabupaten Jember, terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses, termasuk penyandang disabilitas,...

DPRD Surabaya.

Usai Kasus Pungli SWK, DPRD Surabaya Ingatkan Camat dan Lurah Tingkatkan Pengawasan Wilayah

by Dwi Linda
13/07/2026 6:46 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyoroti pencopotan lurah Tambak Wedi Muchammad Yusufian oleh Wali Kota Eri...

DTSEN.

Pemutakhiran DTSEN Capai 20 Juta KPM, Mensos Gus Ipul Apresiasi Peran Pemda

by Dwi Linda
13/07/2026 6:05 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah (pemda) dalam proses pemutakhiran...

Next Post
Cafe Gresik terbaru.

Cafe Gresik Terbaru dengan Pemandangan Menarik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID