JOMBANG, Tugujatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Agustus 2026 diproyeksikan didatangi sekitar 200 ribu pengunjung. Karena itu, fokus utama panitia lokal Muktamar NU Jombang adalah memastikan ketersediaan tempat menginap yang layak.
Dari total proyeksi ratusan ribu pengunjung itu, panitia harus memilah dengan cermat siapa saja yang berhak mendapatkan fasilitas penginapan di dalam kawasan pesantren. Pasalnya, tidak semua tamu yang datang berstatus sebagai peserta resmi.
Baca Juga: Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU
Penginapan Khusus Diperuntukkan Delegasi Resmi
Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar NU Jombang KH Abdurrozaq Sholeh menegaskan, fasilitas penginapan di dalam area pesantren hanya diperuntukkan bagi tamu yang memiliki legitimasi sebagai utusan resmi.
“Mereka adalah delegasi yang dikirim oleh Pengurus Cabang NU (PCNU) dan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari berbagai daerah di Indonesia,” tutur pria yang akrab disapa Gus Rozaq itu saat dikonfirmasi Rabu (22/07/2026).
Pria yang juga menjabat ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas itu menjelaskan, kebijakan ini diambil agar distribusi kamar bisa lebih tertata dan tepat sasaran, mengingat kapasitas yang tersedia harus disesuaikan dengan jumlah delegasi resmi yang terdaftar.
Penginapan Tersebar di Kawasan Pesantren
“Untuk menampung para delegasi, panitia telah menetapkan beberapa gedung sebagai lokasi menginap selama masa muktamar berlangsung,” sambung dia.
Sejumlah gedung yang disiapkan sebagai penginapan antara lain MA Unggulan Bahrul Ulum, Kampus Madrasah Muallimin-Muallimat Atas (MMA) 1, 2, dan 3, Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha), MTsN 3 Tambakberas, MAN 3 Tambakberas, dan Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA).
MA Unggulan Bahrul Ulum menyediakan 21 ruang, Kampus MMA punya kapasitas 88 kamar untuk sekitar 880 orang, Unwaha menyediakan 53 ruang yang dapat diisi kira-kira 650 orang, dan MTsN 3 Tambakberas memiliki 70 ruang berkapasitas sekitar 700 orang.
Baca Juga: Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin
Sementara itu, MAN 3 Tambakberas menyiapkan 62 ruang kelas yang dapat menampung sekitar 620 orang, sedangkan Kampus IAIBAFA memiliki dua aula besar yang dapat menampung sekitar seribu orang plus tiga ruang pertemuan kecil.
Penyebaran lokasi ini, sambung Gus Rozaq, dimaksudkan agar seluruh delegasi bisa tertampung secara merata tanpa mengorbankan aspek kenyamanan maupun kemudahan akses menuju pusat kegiatan.
“Sebelum resmi ditetapkan, seluruh gedung yang akan difungsikan sebagai tempat menginap telah melalui tahapan survei langsung dari Pengurus Besar NU (PBNU),” tambah dia.
Beberapa aspek yang menjadi bahan penilaian PBNU antara lain kelayakan bangunan secara umum, tingkat kenyamanan ruang istirahat, faktor keamanan lingkungan sekitar, kondisi dan kecukupan fasilitas kamar mandi, serta jarak tempuh menuju lokasi utama kegiatan Muktamar NU Jombang.
“Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa seluruh gedung yang dipilih sudah dalam kondisi proper dan siap dipakai untuk menampung para tamu delegasi selama lima hari pelaksanaan acara,” pungkas Gus Rozaq.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Anang Panca Kurniawan
Editor: Dwi Lindawati








